Kenaikan BBM, Saat Yang Tepat Untuk Bersiap & Review Kembali Keuangan Pribadi Anda
Akhirnya sore tadi 05/05 pemerintah resmi mengumumkan kebijakannya untuk menaikan harga BBM bersubsidi sampai dengan 30 % . Meskipun belum dipastikan mulai kapan, disebutkan bahwa langkah ini diambil untuk menyelamatkan budget APBN akibat kenaikan harga minyak dunia.
Mungkin akan banyak protes, demonstrasi, dan beragam manuver kepentingan politik yang akan muncul dari kebijakan pelerintah yang tidak populer ini, meski demikian siap atau tidak siap, punya uang atau tidak, kaya atau miskin, yang pasti setiap rumah tangga di Indonesia akan merasakan dampaknya : kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.
Tidak dapat dipungkiri persiapan kita secara pribadi untuk menghadapi kondisi yang semakin sulit adalah hal yang penting, jika saat ini kondisi keuangan anda dalam keadaan yang sulit, mungkin saat inilah saat yang tepat untuk melihat kembali pos-pos pengeluaran anda dan menyusun strategi kedepan.
Untuk itu berikut kami resensikan beberapa buku tentang personal finance yang mungkin dapat anda gali lebih lanjut dan menjadi referensi untuk mensiasati kenaikan kebutuah hidup saat ini.
Robert T Kiyosaki : Rich dad poor dad, Guide to investing, Retire young retire rich &
Who took my money?. Safir Senduk: Mengelola keuangan keluarga; Merancang program pensiun, Elvyn G Masassya ( Seorang Praktisi Perbankan) artikelnya sering muncul di Kompas weekend : Cara cerdas memutar Uang, Jopie Jusuf (praktisi perbankan):Kiat jitu memperoleh kredit Bank.
- Pendidikan personal financial tidak diajarkan di sekolah, oleh sebab itu menurut Kiyosaki banyak orang yang pintar secara akademis, berhasil dalam karir tetapi bodoh secara personal finance. Untuk memenuhi tuntutan gaya hidup, semakin besar penghasilan, semakin besar juga hutang mereka. Hidup mereka dihabiskan untuk bekerja & membayar hutang.
- Ide kiyosaki : seharusnya Uang yang bekerja untuk kita bukan kita yang bekerja untuk uang.
- Don’t park your money! Uang diibaratkan anjing pemburu yang memburu uang2 lainnya untuk kita, dan uang hasil buruan tersebut kita perintahkan lagi untuk memburu uang2 lainnya demikian seterusnya.
- Mengelola keuangan keluarga pada prinsipnya sama dengan mengelola keuangan dalam perusahaan. Revenue – Cost = Profit.
- Dalam keluarga yang mendapatkan penghasilan dari Gaji kerja maka rumus tersebut secara sederhana dapat menjadi : Gaji – Pengeluaran = Tabungan. Profit & Tabungan oleh Kiyosaki disebut sebagai Cash Flow yang digunakan untuk investasi yang mengasillkan cashflow lainnya.
- Pekerja harus mengupayakan arus cashflow sebanyak mungkin, Akumulasi Cashflow tersebut dapat kita belikan asset produkti yang menghasilkan Cash flow lainnya.
- Menurut Kiyosaki Seorang pekerja yang mendapat gaji bulanan jika ingin kaya harus mampu merubah cashflownyamenjadi asset produktif yang akan memberinya passive income. (pendapatan dari uang / hasil investasi/ bisnis yg bekerja untuk menghasilkan uang lainnya).
- Others people money: cashflow yang kita dapat dari uang lain; pinjam uang dibank untuk membeli property yang kita sewakan dan hasil sewanya masih memiliki cashflow positive setelah biaya cicilan bank.
- Others people time : membentuk bisnis yang memiliki system sehingga tanpa kehadiran kita, bisnis tersebut sudah bisa berjalan dan mengasilkan cashflow.
- Sebelum anda memutuskan untuk berhutang pertimbangkan hal berikut :
- Hutang baik : Hutang tersebut mampu membayar sendiri cicilannya dan bahkan menhasilkan keuntungan. Misal : berhutang untuk beli mobil yang disewakan yg hasil sewanya lebih besar daripada jumlah cicilan yang harus kita bayarkan ke bank.
- Hutang Buruk : hutang yang bersifat konsumtif : hutang untuk memenuhi gaya hidup yang sifatnya habis kita konsumsi atau terdepresiasi.
- Anda boleh memiliki hutang baik sebanyak-banyaknya, jika suatu saat nanti cashflow dari hutang baik tersebut dapat memenuhi biaya hidup anda setiap bulannya, maka anda dapat dikatakan bebas secara financial. – Financial freedom.
- Financial freedom; suatu kondisi dimana anda tidak perlu bekerja lagi untuk memenuhi kebuthan hidup anda. Hal ini bisa terjadi karena uang yang anda milikilah yang akan bekerja keras untuk anda.
- Assets Vs Liabilities :
- Assets : Harta yang menghasilkan cashflow positive untuk kita misal : rumah yang dikontrakan, motor / mobil yang disewakan, Handphone untuk meningkatkan profit dalam bisnis.
- Liabilities : Harta / kebutuhan hidup yang akan menghabiskan uang kita : segala sesuatu yang bersifat konsumtif dan memiliki depresiasi merupakan liabilities menurut Kiyosaki
- Beli & miliki sebanyak mungkin Assets, kurangi sebanyak mungkin liabilities sehingga akan memperbesar cashflow anda.
- Kiyosaki mengarahkan agar semua orang berada pada quadrant IV dalam teorinya, yaitu sebagai Investor, Investasi menjadikan uang yang kita miliki bekerja keras sehingga pemiliknya tidak perlu lagi bekerja sepanjang sisa hidupnya.
- Seorang pekerja berada di Quadrant I dimana Ia harus bekerja untuk mendapatkan uang, Kiyosaki merekomendasikan agar si karyawan tersebut mulai mempelajari bagai mana untuk pindah dan berada di Quadrant IV dari gaji yang ia dapat setiap bulan.
Itu pendapat Kiyosaki yang hidup nun jauh di US sana; gimana arahan personal financial planner Indonesia tentang merencanakan keuangan keluarga?
- Pay your self first! kebanyakan kita baru menabung setelah membayar hutang, dan membeli kebutuhan hidup lainnya, jika tidak ada sisa ? ya tidak punya tabungan. Balik kondisi tersebut ! : Begitu terima gaji, masukan sebagian ke dalam rekening tabungan anda, bayarlah diri anda sendiri, sebelum uang anda tersebut anda belanjakan.
- Save or Sorry : sebagian besar karyawan swasta tidak akan mendapatkan pensiun seperti halnya pegawai negeri. Suatu hari anda tidak akan kuat lagi bekerja dan jika anda tidak mempersiapkan sejak dini, maka anda tidak akan memiliki lagi tunjangan kesehatan dan gaji untuk membiayai masa tua anda dan pasangan. Masa itu sudah pasti datangnya dan anda memerlukan biaya perawatan kesehatan yg tidak sedikit pada saat itu.
- Disarankan untuk mempersiapkan Pensiun & biaya pendidikan anak sejak dini. Cara perhitungan sederhana utk mempersiapkan pensiun :
- Cara hitung tabungan pendidikan anak :Biaya Universitas favorite saat ini misal 30jt, Anak saat ini berumur 3 tahun; Usia kuliah 18 th; Waktu mencicil 15 th;Inflasi 10%/th x 15 th = 150%; Maka biaya 30jt tersebut 15 tahun lagi akan menjadi 75jt.
- Untuk mempersiapkan uang 75 juta tersebut maka dalam setahun anda harus menyisihkan uang sebesar 75/15 = 5 jt / tahun atau sekitar Rp.417.000 perbulan. ( suku bunga bank/investasi diabaikan).
- Jika anda mulai “mencicil� pada usia anak 10 tahun maka biaya yang anda harus keluarkan setiap bulan adalah sebesar 75jt / 8 = 9,375jt pertahun atau sekitar Rp.782.000 perbulannya.
- Perhitungan biaya pendidikan anak dengan perhitungan diatas disarankan dipersiapkan disetiap tingkatan sekolah, PG,TK,SD,SMP dst.. dan selalu perhitungkan resiko (kelangsungan dana jika kita meninggal / tidak mampu lagi)
- Anda harus memilih instrument investasi yang tepat sehingga uang anda dapat berkembang jauh diatas nilai inflasi. Alternative investasi untuk biaya pensiun dan pendidikan anak tersebut dapat dalam bentuk asuransi, reksadana, saham , emas, dan property.
Dari Salah Satu Training James Gwee, Dalam hidup kita akan masuk dalam 4 tahap :
- Have Time No Money : masa kanak2, sekolah/ kuliah, waktu main/jalan-jalan do whatever you like banyak waktu tapi uang jajan terbatas.
- Have Money No Time : Kerja, punya uang dari gaji, Cuma susah mau jalan-jalan karena harus nunggu weekend, cuti dulu etc…sibuk kejar karir. Setelah tua/ pensiun kita sendiri yang menentukan:
- Have Time Have Money : Sudah tidak bekerja lagi tinggal menikmati hidup, pensiun jalan-jalan / do what ever you like, hobbies, naik haji etc.
- Have Time, No Money ( balik ke awal lagi) pensiun tetapi tidak punya uang, banyak waktu tetapi tidak bisa jalan-jalan, menekuni hobi, Ingin ke dokter sudah tidak memiliki Asuransi.

