Archive for the ‘Berita Kawasan’ Category:

Menyaksikan Moscow Circus di Summarecon Serpong

Written on May 1st, 2010 by admin7 shouts

Sabtu 1 May 2010 kami berkesempatan untuk nonto Mosco circus di Summrecon Serpong Tangerang Banten. Konon ini merupakan pertunjukan sirkus terbesar dan pertama di Asia yang melakukan pertunjukan selama satu bulan penuh dari 16 April hingga 16 Mei di samping Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten.

”Ini event terbesar hadir untuk masyarakat,” ujar Direktur Summarecon Serpong, Sharief Benyamin selaku penyelenggara, Sabtu (17/4).

Pertunjukan bertajuk Moscow Circus Russian Folkfair ini diisi berbagai jenis atraksi seperti High flying trapeze, contortionist, hand balancing, hoola hoops, umbrella and clown serta pertunjukkan hewan seperti gajah, harimau dan anjing. Selain menampilkan pemain sirkus dari Rusia, event ini juga dimeriahkan oleh kelompok sirkus tertua di Indonesia Oriental Circus Indonesia.

Pimpinan Moscow Circus, Shzacha Fochs mengatakan dalam atraksi spektakuler ini pihaknya siap menghibur masyarakat Indonesia. ”Berbagai atraksi kelas dunia kami hadirkan,” katanya.

Dalam rombongannya, Shzacha mengajak sekitar 15 orang pemain sirkus yang akan beratraksi high flying trapeze, contortionist, hand balancing, hoola hoops, umbrella and clown.

Moscow Circus didirikan pada 1917, merupakan bagian dari budaya dan sejarah Rusia sejak zaman kekaisaran Rusia pada masa Ratu Chaterine II berkuasa hingga sekarang. ”Saat ini Moscow Circus telah menjadi aset dan duta budaya yang terkenal hingga mancanegara sehingga menjadi acuan pertunjukan sirkus dunia,” kata Shzacha.

Lokasi Moscow Circus berada di samping Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten. Pertunjukan berlangsung dari Selasa dan Jumat pukul 18.30 WIB. Pada Sabtu dan Minggu dilakukan empat kali pertunjukkan pada pukul 11.00, 14.30, 17.00 dan 19.30 WIB.

Kapasitas tempat duduk 1.800 yang terdiri dari kelas VVIP dengan harga tiket Rp 300 ribu, VIP Rp 250 ribu, Utama Rp 175 ribu, Kelas I Rp 100 ribu dan Kelas Ekonomi Rp 50 ribu.

Berikut sedikit tips agar anda dan keluarga nyaman menonton pertuntukan menarik ini :

  • Gunakan kartu kredit atau debit BCA; discount 20% weekend dan buy one get one free weekdays.
  • Jika anda berkesempatan nonton pada weekdays, lakukan pemesanan pagi hari karena jika go show kadang tiket sudah habis. Counter tiket mulai buka jam 10.00
  • Jika anda ingin menonton pada saat weekend, datanglah pagi hari jam 10.00 sehingga anda dapat langsung memperoleh tiket jam 11.o0 atau batch berikutnya.
  • Datang lebih awal memberi kesepatan bagi anda dan anak anda untuk menikmati atraksi hewan yang ada disekitar areal sirkus seperti photo bersama harimau, menunggang gajah dan unta, dan banyak lagi lainnya.
  • Cuaca panas selalu siap sedia minuman mineral/kesukaan anda, meskipun banyak makanan dan minumuan tersedia tidak ada salahnya untuk mempersiapkannya dari rumah dengan membelinya  di supermarket terdekat karena harga di arena sirkus  mahal  :) contoh  pulpy orange  Rp 11.000 :(
  • Pintu masuk akan dibuka 30 Menit sebelum pertunjukan dimulai. Untuk mendapatkan tempat duduk strategis sebaiknya anda mengantri diurutan depan :) atau 20 menit sebelum pintu dibuka agar  dapat memilih tempat duduk yang strategis dengan leluasa.

Secara umum, circus moscow ini merupakan hiburan yang menyenangkan untuk keluarga. Selamat menyaksikan !:)

    Full Story » Filed under Berita Kawasan, Wisata Tags:

    Geliat Property di Serpong

    Written on March 1st, 2010 by adminno shouts

    LEBIH dari 20 tahun yang lalu, Serpong adalah hamparan hutan karet yang tidak produktif lagi. Tahun 1988, jalan menuju hutan karet ini hanya jalan tanah, tak beraspal. Kalau musim hujan, jalan berubah jadi kubangan, dan pada musim kemarau, debu-debu berterbangan di jalan itu.
    Saya ingat ketika pada tahun 1988-1990 saya menjadi wartawan pemula yang ditugaskan di Tangerang, saya sering ke kawasan ini. Di kawasan Serpong, ada dua markas tentara. Yang saya ingat, markas Batalyon Kavaleri-8 Penyerbu merupakan tempat yang paling jauh, paling ujung. Setelah itu, yang terlihat hanya hamparan hutan karet. Pada malam hari, banyak orang enggan melintasi perkebunan karet ini yang gelap. Mungkin legenda Mat Item yang tersohor membuat warga takut berpergian malam hari.

    Kawasan Serpong mulai berkembang ketika tahun 1989, Ciputra membangun kawasan Bumi Serpong Damai dan sejak awal sudah disebut sebagai kota mandiri. Peresmian pembangunan BSD pertama kali dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (waktu itu) Rudini.

    Di Bumi Serpong Damai, Ciputra memegang izin lokasi hingga 6.000 hektar. Akses ke Bumi Serpong Damai pun lambat laun mulai terbuka. Saat itu, baru ada jalan tol Kebon Jeruk-Tangerang-Merak. Jarak Bumi Serpong Damai masih relatif jauh dari pusat kota Jakarta. Bisa dijangkau dengan angkutan umum, seperti bus Patas tapi jumlahnya masih terbatas.

    Dalam suatu kesempatan pada tahun 1990-an, saya pernah bertanya kepada Pak Ciputra soal perkembangan kawasan ini, dan Pak Ci menjawab saat itu sedang dibangun jalan tol dari Bumi Serpong Damai-Bintaro-Pondok Indah. Pak Ci menjelaskan pula, jalan tol itu akan menyambung ke Citra Raya, salah satu proyek properti milik Pak Ci di Cikupa, Tangerang.

    Ketika krisis ekonomi melanda negeri ini tahun 1997, industri properti termasuk yang mati suri. Pembangunan di Bumi Serpong Damai juga terhenti. Juga proyek-proyek properti lainnya, termasuk di Gading Serpong. Mungkin sekitar lima tahun lamanya, industri properti stagnan. Bangunan di Gading Serpong tak terurus lagi.

    Bergairah kembali
    Tahun 2003-2004, Bumi Serpong Damai beralih kepemilikan. Setelah diambil alih grup Sinarmas, namanya menjadi BSD City. Sementara Gading Serpong diambil alih dua pengembang besar, Summarecon (yang sukses menyulap rawa-rawa di Kelapa Gading menjadi kawasan elit) dan Paramount (perusahaan modal asing dari Singapura, yang sebenarnya bergerak di bidang peralatan rumah sakit, lalu mendirikan perusahaan properti di Indonesia).

    BSD dan Gading Serpong berganti kepemilikan. Dan hanya Alam Sutera yang tidak berganti kepemilikan. Setelah tahun 2004, industri properti di Serpong mulai bergairah kembali.

    Sinarmas membangun cluster-cluster baru dengan nama asing, mulai dari De Latinos, The Icon, Sevilla, sampai Foresta. Pertimbangan mereka karena alasan permasaran. Lebih mudah memasarkan rumah dengan nama asing daripada nama Indonesia sendiri. Pendapat saya pribadi, nama-nama seperti Giri Loka, Puspita Loka, Griya Loka, Anggrek Loka, Nusa Loka, Kencana Loka, warisan pengembang Ciputra, merupakan nama-nama yang sarat makna.

    Kawasan BSD makin berkembang pesat setelah jalan tol BSD-Bintaro-Pondok Indah-TB Simatupang dapat dilalui. Harga rumah di BSD langsung naik dua kali lipat. Dan ketika jalan tol BSD-Pondok Indah-TB Simatupang ini menyambung ke Cikunir, yang memudahkan orang yang akan ke tol Jagorawi maupun tol Cikampek, harga rumah di BSD naik kembali. Pembangunan infrastruktur ini betul-betul membuat BSD kian berkibar.

    Sementara itu Grup Summarecon dengan gagah berani membangun mal, pusat perbelanjaan di kawasan permukiman itu. Padahal lokasinya relatif jauh. Sebelumnya memang sudah dibangun jalan tembus langsung dari jalan tol Km 18 Tomang-Tangerang-Merak, menuju permukiman ini. Mal yang diresmikan 28 Juni 2008 ini diisi dengan brand-brand terkenal. Agaknya Summarecon mengajak serta tenant-tenant yang sukses di Kelapa Gading, ke mal baru di Serpong.

    Setelah sukses dengan mal tahap pertama, tahun 2010 ini Summarecon Mal Serpong (SMS) akan diperluas lagi, dibangun tahap kedua dengan ukuran kurang lebih sama. Presdir Summarecon Agung Tbk Johannes Mardjuki mengatakan SMS akan dikembangkan sampai tiga tahap.

    Summarecon boleh berbangga karena kawasan ini kian berkembang. Grup Kompas Gramedia membangun kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di kawasan ini. Kampus UMN merupakan salah satu daya tarik dan pemacu kawasan ini berkembang.

    Pengembang lainnya, Paramount Serpong, selain membangun rumah, juga mengembangkan kawasan komersial dengan membangun hotel bintang empat Aston Paramount dan kawasan pedestrian mirip Orchard Road di Singapura. Tanto Kurniawan yang sebelumnya tangan kanan Ciputra di Grup Jaya, kini memegang Paramount.

    Bagaimana dengan Alam Sutera? Alam Sutera selain membangun rumah dan jalan tembus masuk dan keluar tol Tomang-Tangerang, kini sedang membangun mal yang relatif besar. Bangunan fisiknya sudah tampak. Minimal tahun 2011, mal ini sudah dibuka. Tapi sebelumnya, di Alam Sutera dibuka restoran Bandar Djakarta, cabang kedua setelah Ancol. Yang menarik bagi saya, ketika resto ini dibuka pada saat bulan puasa tahun 2009, pengunjung harus antre sampai satu jam!

    Nah, terkait dengan kuliner, saya ingin mengatakan bahwa Serpong kini merupakan daerah tujuan wisata kuliner. Mengapa? Saya amati, resto-resto terkenal kini buka di Serpong. Apalagi sejak tahun lalu, dibuka Teras Kota, semacam Citos, di kawasan BSD. Isinya sebagian besar restoran terkenal, mulai dari The Duck King sampai Red Bean.

    Di sepanjang Jalan Raya Serpong, ada resto-resto terkenal seperti Bumbu Desa, Telaga Seafood, Pondok Kemangi, Bandar Djakarta, dj’s Kampoeng Aer, Waroeng Sunda, Gado-gado Boplo, Mang Kabayan, sampai makanan khas seperti Pempek Golden. Pempek Pak Raden, Pempek 161, dan aneka masakan lainnya.  Terlalu banyak resto dan warung terkenal untuk disebutkan satu persatu di kolom ini. Tetapi saya ingin menegaskan betapa Serpong saat ini sudah menjadi daerah tujuan wisata kuliner.

    Lebih dari itu, Serpong kini merupakan magnet baru dalam dunia properti. Saat ini, dari Serpong, Anda dapat melanjutkan perjalanan melalui jalan tol JORR BSD-Bintaro-Pondok Indah-TB Simatupang yang menyambung ke Cikunir, dan langsung ke tol Cikampek maupun tol Jagorawi.  Dari Serpong juga Anda dapat melanjutkan perjalanan lewat jalan tol Merak-Tangerang-Jakarta, yang tentunya tembus ke tol dalam kota.

    Serpong juga memiliki akses cepat yaitu jalur KRL. Setelah PT KA mengoperasikan KRL hingga malam hari, banyak warga Serpong dan sekitarnya yang memanfaatkan KRL ini untuk berangkat kerja dan pulang kerja. Untuk transportasi warga, BSD menyediakan shuttle bus ke Jakarta, yang diminati banyak pengguna.

    Namun tidak semua proyek properti di Serpong sukses dan bersinar. Ada juga yang meredup karena pengembang salah membaca pasar dan demand. Serpong Plaza misalnya, kini mati suri. Hidup segan mati tak mau. Untunglah ada restoran buffet Hanamasa yang membuat orang masih mau singgah di sana. Selain itu Serpong Town Square (yang kemudian diganti menjadi CBD Serpong), juga seakan hidup segan mati tak mau. BSD Junction termasuk salah satu yang kurang berhasil. Awalnya direncanakan menjadi pusat gaya hidup dengan banyak restoran ternama, tapi kini terpaksa berubah konsep menjadi supermarket bangunan.

    Ketiga properti yang saya sebutkan ini, semuanya menjual kios-kios. Tapi mengapa ITC BSD sukses? ITC bisa jadi pionir, tapi kios-kios model beginian sudah dianggap cukup. Tampaknya pangsa pasar Serpong tidak cocok jika dijejali dengan terlalu banyak kios.

    Buktinya ketika TerasKota BSD mengedepankan konsep lifestyle (restoran, sinema, fitness center, toko buku, salon, hotel, tempat ngopi), tempat ini ramai dikunjungi. Blitz Megaplex, Celebrity Fitness, Toko Buku Gramedia, Hotel Santika, Starbucks Coffee, Bengawan Solo Coffee termasuk deretan tenant di TerasKota. Jajan Jazz, salah satu ikon pentas musik BSD,   kini hadir setiap Jumat malam di TerasKota, dalam suasana yang lebih elegan.

    Agaknya warga Serpong dan sekitarnya lebih membutuhkan tempat nongkrong yang santai. Ini terbukti betapa ramainya Downtown Walk di Summarecon Mal Serpong pada malam hari. Suasana alfresco dining dengan hiburan live music, membuat banyak orang betah berlama-lama di sana. Suasana serupa juga dapat dinikmati di Flavor Bliss di Alam Sutera. Warga Serpong dan sekitarnya lebih membutuhkan tempat yang mencerminkan gaya hidup modern.

    Secara keseluruhan, saya menilai Serpong betul-betul sudah berubah menjadi kawasan emas. Serpong kini bagian wilayah dari Kota Tangerang Selatan, pecahan wilayah dari Kabupaten Tangerang. Serpong dan sekitarnya bakal berkembang lebih pesat bila jalan tol Serpong-Bandara jadi dibangun dalam beberapa tahun mendatang. Serpong betul-betul menjadi magnet. Perkembangan Serpong lebih cepat, lebih dahsyat dibandingkan daerah Bodetabek lainnya. ***

    Robert Adhi Ksp adalah editor Kanal Properti Kompas.com

    Full Story » Filed under Berita Kawasan Tags:

    “Heritage Trail” ke Pecinan Tangerang

    Written on February 25th, 2010 by adminno shouts

    Libur panjang di akhir pekan ini barangkali bisa jadi kesempatan Anda untuk mengajak putra-putri lebih mengenal sejarah dan budaya yang ada di Jabodetabek. Masih dalam rangka Imlek dan Cap Go Meh, Komunitas Historia Indonesia (KHI) menggelar “Tangerang Heritage Trail” bertema “Menelusuri Sejarah, Menguak Jejak Tionghoa Benteng di Tangerang” pada Sabtu 27 Februari 2010.

    Kenapa Tangerang? Menurut Ketua KHI, Asep Kambali, sederhana saja, karena orang di Jakarta mungkin banyak yang belum tahu bahwa ada kantong Pecinan lain di luar Jakarta, salah satunya, Tangerang. “Jadi kita mau ajak orang, siapa aja yang barangkali belum pernah ke Tangerang, ayo kita lihat ke sana. Di Tangerang kan juga ada Pecinan dan menurut saya lebih bagus ya, lebih kuat Pecinannya,” tandasnya. Selain Jakarta, KHI, imbuhnya, akan terus berusaha menggali kekayaan sejarah dan budaya kota lain.

    Rute trail Sabtu nanti antara lain Sungai Cisadane, Klenteng Boen San Bio, Perkampungan Sewan Kongsi, Bendungan Pintu Air 10, Pameran Imlek Klenteng Tjong Tek Bio, dan Klenteng Boen Tek Bio. “Kita berangkat naik kereta api dari Stasiun Beos. Kumpul di Taman Fatahillah jam 6 pagi. Dari Beos kita naik KRL Benteng Ekspress turun di Stasiun Tangerang, baru kita mulai jalan di sana. Saya berharap semua peserta tepat waktu karena KRL Benteng Ekspress berangkat tepat waktu. Kita kan perlu registrasi, beli tiket, dll, jadi mohon peserta tepat waktu, ” Asep berpesan, tiket seharga Rp 65.000/orang dan bisa menghubungi no HP 0818 0807 3636.

    Sementara itu, menurut salah satu anggota KHI yang juga akan memandu perjalanan, Rinus, ada beberapa versi kisah kedatangan Tionghoa di Tangerang. Satu versi mengatakan,  sebutan Cina Benteng tidak lepas dari kehadiran Benteng Makassar. Benteng yang dibangun di pusat Kota Tangerang, tepatnya di tepi Sungai Cisadane, pada zaman kolonial Belanda itu sekarang sudah rata dengan tanah. Pada saat itu, banyak orang Tionghoa Tangerang yang kurang mampu, harus tinggal di luar Benteng Makassar. Mereka terkonsentrasi di daerah sebelah utara, yaitu di Sewan dan Kampung Melayu. Mereka berdiam di sana sejak tahun 1700-an. Dari sanalah muncul istilah “Cina Benteng”.

    “Versi lain dari kitab Sejarah Sunda, “Tina Layang Parahyang” artinya Catatan dari Parahyangan,  yang sudah menyebut daerah muara Sungai Cisadane yang sekarang diberi nama Teluk Naga. Kitab itu menceritakan tentang mendaratnya rombongan Tjen Tjie Lung (Halung) di muara Sungai Cisadane pada tahun 1407. Tujuan awalnya Jayakarta,” lanjut Rinus,  saat itu mereka menyebut wilayah Tangerang dengan nama “Boen-Teng”. Berawal dari sebutan itulah mereka kemudian dijuluki Cina Boen Teng. Julukan itu lama-kelamaan berubah menjadi Cina Benteng yang mayoritas warganya menjalani kehidupan sebagai pedagang kecil, petani, buruh informal atau pencari ikan di pinggir kali.

    Di Tangerang, masyarakat Tionghoa telah menyatu dengan penduduk setempat dan mengalami pembauran lewat perkawinan sehingga warna kulit mereka terkadang lebih gelap dari Tionghoa yang lain. Istilah buat mereka tak lain adalah “Cina Benteng”. Keseniannya yang masih ada disebut Cokek, sebuah tarian dengan iringan paduan musik campuran Cina, Jawa, Sunda, dan Melayu.

    Gelombang kedua kedatangan orang Tionghoa ke Tangerang diperkirakan terjadi setelah peristiwa pembantaian orang Tionghoa di Batavia tahun 1740. Belanda, VOC, yang berhasil memadamkan pemberontakan tersebut mengirimkan orang-orang Tionghoa ke daerah Tangerang untuk bertani. Pemukiman bagi orang Tionghoa berupa pondok-pondok yang sampai sekarang masih dikenal dengan nama Pondok Cabe, Pondok Jagung, Pondok Aren, dan sebagainya. Di sekitar Tegal Pasir (Kali Pasir), Belanda mendirikan perkampungan Tionghoa yang dikenal dengan nama Petak Sembilan. Perkampungan ini kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan dan telah menjadi bagian dari Kota Tangerang. Daerah ini terletak di sebelah timur Sungai Cisadane, daerah Pasar Lama sekarang.

    Beberapa lokasi yang bakal disambangi antara lain, Perkampungan Sewan Kongsi. Kampung ini merupakan salah satu perkampungan Tionghoa Benteng yang masih ada di Tangerang. Asal kata ‘Sewan’ sendiri berasal dari kata ‘Sewaan’ yang diadaptasi sesuai logat masyarakat setempat. Disebut ‘Sewaan’ karena pada zaman kolonial, daerah ini seluruhnya disewakan kepada para tuan tanah, terutama etnis Tionghoa, untuk berkebun. Lokasinya berada di belakang Bendungan Pintu Air 10.  Arsitektur rumah di sini masih tradisional.

    Lokasi lain adalah Bendungan Pintu Air 10. Itu sebenarnya adalah Bendungan Air Sangego atau Bendungan Pintu Air Pasar Baru di Kecamatan Neglasari. Dibangun pada tahun 1927 dan mulai dioperasikan pada tahun 1932 untuk irigasi.

    Klenteng Boen Tek Bio, adalah sasaran lainnya. Klenteng ini berdiri sekitar 1750. Penghuni Petak Sembilan secara gotong-royong mengumpulkan dana untuk mendirikan sebuah kelenteng yang diberi nama Boen Tek Bio. (Boen=Sastra Tek=Kebajikan Bio=Tempat Ibadah). PAda awalnya Bio ini hanya berupa tiang bambu dan beratap rumbia, awal abad 19 barulah menjadi kelenteng seperti sekarang ini. Kelenteng inilah yang sejak 1911 menggelar pesta Petjun, lomba balap perahu, di Sungai Cisadane. Kemudian Orba melarang pesta budaya itu. Boen Tek Bio juga punya tradisi mengarak Toapekong, “Gotong Toapekong” dan menggelar wayang langka, Wayang Potehi.

    Sumber : Kompas

    Full Story » Filed under Berita Kawasan, Wisata Tags:

    Pembuatan Toko Online Murah Untuk UKM Indonesia Dilayani Dari Gading Serpong

    Written on January 19th, 2010 by adminno shouts
    W3camp

    W3camp

    Worldwide Web Camp Indonesia yang berkedudukan di Gading Serpong menggelar promo awal tahun kepada para UKM dan masyarakat indonesia yang ingin memulai usaha dan  memasarkan  produk dan jasanya di Internet. Promo awal tahun ini sengaja digelar melihat maraknya animo masyarakat untuk mulai memasuki dunia online.

    Seperti kita ketahui, pengguna internet merupakan sebuah pasar global yang berkembang sangat pesat. Di Indonesia saja, menurut situs www.internetworldstats.com yang mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet di Indoneia pada tahun 2008 tercatat lebih dari 25juta pengguna internet di Indonesia dari populasi 237juta penduduk Indonesia.

    Padahal pada tahun 2000, pengguna internet di Indonesia masih sekitar 2 juta orang.

    Kini akses internet semakin murah sehingga semakin banyak penduduk Indonesia memiliki akses ke dunia maya tersebut termasuk pelanggan potensial anda .

    Jadi tunggu apalagi silahkan untuk mendapatkan layanan toko online murah  dari Worldwide web Camp Indonesia (W3Camp)  dengan klik  disini.

    Bloger Benteng Kopdar Desember 2009

    Written on January 13th, 2010 by adminone shout
    Kopdar Blogger Benteng di WTC Matahari Serpong

    Antown, Adri, Anggara, & Pandeg @ Kopdar Blogger Benteng WTC Matahari Serpong Desember 2009

    Kopdar Bloger Benteng Desember 2009 @ WTC Matahari

    Kopdar Bloger Benteng Desember 2009 @ WTC Matahari

    Bloger Tangerang Adakan Kopdar Akhir Tahun 2009

    Written on December 19th, 2009 by adminno shouts
    KBBC

    KBBC

    Hampir setahun yang lalu tepatnya 20 Januari para bloger yang berdomisili di Tangerang berkumpul dan sepakat membentuk Komunitas Bloger Benten Cisadane (KBBC).  Besok Minggu, 20 Desember 2009 Mulai pukul 10:00 WIB – selesai bertempat di Foodcourt WTC Matahari Serpong tempat pertama kali mereka berkumpul, KBBC akan mengadakan pertemuan akhir tahunnya.

    Agenda pertemuan sepertinya cukup beragam termasuk didalamnya kemungkinan mengganti domain blogerbenteng.com yang merupakan wadah /blog dimana para anggota menulis bersama selama setahun kebelakang, juga  beberapa upaya agar komunitas tersebut lebih hidup dan dapat meningkatkan keterlibatan seluruh anggotanya kedepannya.

    Selain tulisan-tulisan mengenai tempat tinggal tercinta Tangerang, banyak sudah pencapaian yang telah dicapai KBBC diantaranya pelatihan blog kepada para pelajar dan donor darah selama tahun 2009.  Seluruh kegiatan tersebut dapat anda lihat di blogerbenteng.com, dan kini para bloger di tangerang ini akan menentukan arah komunitas mereka di tahun 2010.

    Semakin maraknya jejaring sosial seperti facebook dan twitter yang lebih praktis dan tidak memerlukan tulisan yang “panjang dan berat ” seperti blog ,  membuat  sebagian bloger mulai malas menulis di blognya masing-masing  dan  mulai bertanya-tanya,   apakah blog ini merupakan trend sesaat? para bloger ini lah yang bisa menjawabnya.

    Rencana Pembangunan Summarecon Mal II Gading Serpong, Gairah Property di Serpong

    Written on November 27th, 2009 by admin4 shouts

    Pesatnya pembangunan property di kawasan Gading Serpong tidak dapat dipungkiri lagi. Dikawasan ini beberapa produk property yang dijual oleh pengembang berhasil menciptakan antrian di hari pertama launching produk dan  laris bak kacang goreng, berikut wawancara wartawan kompas kepada   Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki yang menjadi jawaban kearah mana kawasan ini berkembang kedepannya:

    Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki, optimistis bisnis properti pada tahun-tahun mendatang makin bergairah, terutama karena suku bunga rendah dan situasi keamanan di negeri ini stabil. Perusahaan yang dipimpinnya sejak tahun 2006 ini mengembangkan ekspansinya ke Serpong, Tangerang, Banten dan ke Bekasi, Jawa Barat.

    Di Serpong, pengembang ini akan membangun Summarecon Mal Serpong (SMS) tahap kedua, mulai tahun 2010, dan dijadwalkan beroperasi pada akhir tahun 2011. Ini merupakan bagian dari pembangunan kawasan terpadu Summarecon Serpong. Di Bekasi, pengembang ini akan membangun kawasan terpadu Summarecon Bekasi di atas lahan seluas 250 hektar mulai tahun depan.

    Johanes Mardjuki, lulusan Fakultas Ekonomi jurusan Akuntan Universitas Trisakti Jakarta tahun 1984 ini bergabung dengan PT Summarecon Agung Tbk sejak tahun 1993, dan mengawali kariernya sebagai Audit Manager. “Semua berkat kerja sama tim, bukan hasil kerja perorangan,” kata Johanes Mardjuki, alumnus SMA Kanisius Jakarta ini.

    Berikut ini petikan wawancara khusus Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki, Rabu (25/11) petang di kantornya di Jakarta seputar perkembangan Summarecon Serpong.

    Summarecon Mal Serpong dibangun di kawasan permukiman, yang relatif jauh dari Jakarta. Namun sejak beroperasi 28 Juni 2007 lalu, pusat perbelanjaan itu semakin ramai. Apa kiat Anda menyakinkan para penyewa (tenant) dengan brand besar, agar mau membuka gerai mereka di SMS?
    Sebenarnya tidak gampang meyakinkan para penyewa. Bahkan ketika kami menggunakan konsultan asing, mereka malah bilang ini daerah kampung. Tapi kami punya keyakinan, kawasan Summarecon Serpong yang sudah dihuni sekitar 9.000 KK, membutuhkan pusat perbelanjaan dan gaya hidup. Kami membangun mal yang dinamakan Summarecon Mal Serpong (SMS), tapi harga sewa tidak semahal harga di Jakarta. Saat mal sudah jadi, kami memberi insentif. Penyewa yang membuka saat peresmian mal, akan diberi insentif enam bulan sewa gratis. Strategi ini berhasil. Para pekerja siang malam menyelesaikan gerai-gerai di mal.

    Saat SMS dibuka, sudah 70 persen penyewa yang buka. Kami berkeyakinan jika mal sudah buka 70 persen, pengunjung akan balik lagi ke mal itu. Sekarang SMS sudah penuh dan selalu ramai. Pengunjung SMS sudah 10 juta per tahun, padahal baru dua tahun dibuka. Sebagai perbandingan, pengunjung mal di Kelapa Gading 27 juta per tahun. Jadi perkembangan pengunjung SMS sangat pesat. Konsep SMS juga berbeda, ada tempat makan terbuka (alfresco dining) dengan live music berbeda setiap malam. Jadi ada komunitas berbeda yang datang.

    Setelah SMS ini sukses, apakah ada rencana membangun dan mengembangkan mal serupa tahap berikutnya?
    Kami sudah merencanakan membangun SMS tahap kedua, yang luasnya hampir sama dengan SMS tahap I, kira-kira 45.000 meter persegi. Lokasinya persis di sebelah lahan SMS tahap I. Pembangunan SMS tahap II akan dimulai tahun 2010 dan akan selesai tahun 2011. Setelah itu, kami akan membangun SMS tahap III, sambung-menyambung menjadi satu. Semuanya akan berada di lahan Sentra Gading Serpong, CBD di kawasan ini seluas 17 hektar.

    Pembangunan secara bertahap ini memang strategi kami. Kalau kami membangun sekaligus lengkap, kami khawatir malah banyak gerai yang kosong sehingga tidak efektif dan tidak efisien. Jumlah penghuni di Summarecon Serpong terus bertambah. Mereka yang sudah membeli rumah tapi belum menempati, akan memutuskan pindah ke Serpong jika berbagai fasilitas sudah dibangun. Kalau jumlah KK makin bertambah, pembangunan mal tahap berikutnya menjadi lebih mudah.

    Fasilitas apa saja yang menjadi ikon dan andalan di Summarecon Serpong?
    Daya tarik orang bersedia pindah ke Summarecon Serpong adalah fasilitas pendidikan yang lengkap. Di Summarecon Serpong, kami memulai dengan lembaga pendidikan  Takanita dan BPK Penabur. Lalu menyusul Sekolah Pahoa dengan trilingual, yang didirikan Pak Sutjipto Nagaria, pemilik Summarecon.

    Sekarang sudah ada perguruan tinggi swasta, Universitas Multimedia Nusantara atau UMN milik Kelompok Kompas Gramedia. UMN direncanakan akan diresmikan pada hari Rabu 2 Desember oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kami akui setelah UMN yang dikelola grup dengan nama besar ini hadir di Summarecon Serpong, kawasan sekeliling kampus langsung hidup. Ruko habis terjual. Rumah-rumah laku keras. Kami segera membangun Scientist Square, tempat mahasiswa dan siswa yang bersekolah di kawasan ini berkumpul. Di sini akan ada kafe, tempat nongkrong, dan tempat pentas.

    Seperti apa kelak wajah Summarecon Serpong?

    Kami harapkan Summarecon Serpong kelak akan seperti Summarecon Kelapa Gading. Kami akan membangun fasilitas lain seperti hotel, apartemen dan gedung perkantoran di sini. Kami masih memiliki lahan kosong seluas 500 hektar yang akan terus dikembangkan.

    Di sekitar Serpong, kawasan terpadu Lippo Village, Alam Sutera dan BSD City yang juga memiliki mal. Komentar Anda?
    Kami yakin masing-masing pengembang saling melengkapi dan tidak saling menjegal. Kami percaya tidak akan kehilangan kue, bahkan kami yakin kue kami malah akan bertambah. Yang harus kami pegang adalah tenant. Kalau tenant tidak loyal, itu yang berbahaya. Untuk itu kami harus mendatangkan pengunjung ke mal dengan menciptakan sebanyak mungkin event.

    Older Posts »