Archive for December, 2008:
Sumber : Kompas.com
Selasa, 30 Desember 2008 | 11:56 WIB
JAKARTA, SELASA - Bila anda sudah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak, mulai tahun 2009 ini, anda mendapatkan fasilitas bebas fiskal bila pergi ke luar negeri. Ternyata untuk memperoleh fasilitas gratis fiskal tersebut, kita harus menyiapkan segala sesuatunya. Berikut prosedur untuk mendapatkan fasilitas tersebut.
Wajib Pajak (WP) tinggal menyerahkan fotokopi kartu NPWP/ surat keterangan terdaftar (SKT) atau SKT Sementara (SKTS), fotokopi paspor, dan borading pass kepada petugas UPFLN.
Dalam hal kartu NPWP dimiliki kepala keluarga, maka anggota keluarga yang berangkat keluar negeri harus melampirkan fotokopi Kartu keluarga.
Petugas UPFLN menerima dan meneliti fotokopi dokumen tersebut kemudian menginput NPWP pada aplikasi yang tersedia. Jika NPWP valid maka petugas UPFLN menempelkan stiker bebas fiskal pada bagian belakang boarding pass untuk penumpang.
Penumpang menyerahkan boarding pass yang telah ditempel stiker bebas fiskal kepada petugas konter pengecekan FLN untuk diteliti.
Jadi, sebelum ke bandara, siapkanlah berbagai dokumen yang diperlukan bila anda ingin mendapatkan fasilitas bebas fiskal ke luar negeri ini. Kalau anda tidak mempunyai NPWP, bersiap-siaplah merogoh Rp 2,5 juta untuk angkutan udara, dan Rp 1 juta untuk angkutan laut tiap kali keberangkatan keluar negeri.
Karena penumpang tujuan luar negeri tetap wajib bayar FLN, Â jika tidak dapat menyerahkan fotokopi dokumen dimaksud, menyerahkan fotokopi dokumen tatapi tidak setelah dicek tidak valid, dan menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS yang dimiliki kepala keluarga tetapi tidak melampirkan kartu keluarga, atau melampirkannya tetapi nama penumpang tidak tercantum dalam susunan kartu keluarga di maksud.
Written on December 25th, 2008 by tdomf_76fc1one shout
Submited by : Ignatius Gunarto
Ponsel Kamera Canggih Berlayar Lebar

Samsung M8800
SUKSES merilis kamera berkekuatan 8 megapiksel lewat Samsung i8510 INNOV8, vendor asal Korea Selatan, Samsung, kembal menawarkan ponsel kamera 8 megapiksel kedua lewat seri Samsung M8800 Pixon.
Ponsel candybar ini memiliki fitur antarmuka TouchWiz, seperti pada Samsung Omnia dan Samsung F480 Tocco. Bedanya, pada M8800 ditambahkan widget cuaca dan Google di layar 3,2 inci.
Berbeda dengan INNOV8 yang berbasis platform S60, Samsung M8800 Pixon bukan sebuah smartphone. Telepon candybar ini menggunakan software serupa dengan yang digunakan pada seri F480. Namun layar Samsung M8800 Pixon lebih lebar ketimbang pendahulunya, i8510 INNOV8 yang hanya 2,8 inci.
Sebagai ponsel kamera Samsung M8800 Pixon memiliki fitur pendukung cukup lengkap. Dengan kekuatan 8 megapiksel, memungkinkan pengguna mendapat resolusi gambar optimal hingga 3.264 x 2.448 piksel.
Selain itu, masih dilengkapi autofokus, face-recognition, wide dynamic range, dan advance shake reduction layaknya kamera digital. Dengan fasilitas lengkap ini, Samsung M8800 Pixon juga bisa digunakan untuk mengambil foto secara otomatis.
Perekam Video
Samsung M8800 Pixon dilengkapi pula dengan fitur perekam video WVGA (740 x 480 piksel) dengan kecepatan 30 frame per detik (fps) dan QVGA, 120 fps. Bukan hanya itu, M800 Pixon ini juga memiliki fasilitas pemutar DivX dan SRS (surround sound system) Virtual 5.1 Ch.
Untuk navigasi, Samsung M8800 Pixon didukung fitur GPS geo-tagging dan GPS receiver. Bagi pengguna yang suka menjelajah dunia maya, ponsel ini dibekali jaringan quad-band GSM dan tri-band 3G, dengan HSDPA.
Samsung M8800 Pixon menawarkan kecepatan akses internet dengan chip Qualcomm MSM6281. Ponsel berukuran 107,9 x 54,6 x 13,8 mm dan berat 121 gram ini hadir sebagai lawan tangguh bagi ponsel kamera 8 megapiksel di kelasnya, seperti LG KC910 Renoir.
Untuk fitur multimedia, Samsung M8800 Pixon menyertakan media player dengan kemampuan memainkan beragam file lagu seperti MPEG4 dan MWV atau video. Adanya Speaker SRS (Surround Sound System) membuat audionya makin bagus dan bisa diandalkan.
Pengguna ponsel ini juga bisa menyimpan, mereproduksi, mendownload, dan membagi video dengan rekan-rekannya. Fitur inovatif lain yang tak kalah menarik adalah volume suaranya bisa naik secara otomatis bila berada di ruangan yang bising.
Samsung M8800 Pixon memiliki tiga buah tombol yang terlihat pada bagian depan, terletak di ujung bawah ponsel dan beberapa tombol lainnya terdapat pada sisi kanan, satu tombol rocker memiliki fungsi sebagai pengatur volume sekaligus zoom dalam mode kamera. Tombol yang tengah untuk shortcut ke album foto, sementara yang lain berfungsi untuk mengaktifkan fungsi kamera.
Untuk pengoperasian, pengguna bisa menggunakan stylus yang disediakan atau dapat langsung menggunakan jari.ignatius gunarto
KELEBIHAN
+ Ponsel kamera dengan resolusi besar.
+ Fitur pendukung kamera cukup lengkap.
+ Pemutar musik lengkap.
+ Mendukung teknologi 3G HSDPA.
KEKURANGAN
- Minus Wi-Fi.
SPESIFIKASI
Dirilis: November 2008
Jaringan: GSM 850/900/1800/1900/3G HSDPA 2100
Dimensi: 107,9 x 54,6 x 13,8 mm
Berat: 121 gram
Tipe layar: TFT touchscreen, 256.000 warna, 240 x 400 piksel, 3,2 inci, Accelerometer sensor
Nada dering: Poliponik, MP3
Memori phonebook: 1.000 kontak, Photo call
Card slot: microSD (TransFlash), ekspan hingga 8GB, 200 MB internal memory
Koneksi data: GPRS kelas 10, EDGE kelas 10, 3G HSDPA, 7.2 Mbps, Bluetooth v2.0 dengan A2DP, USB v2.0, microUSB
Layanan pesan: SMS, MMS, Email
Browser: WAP 2.0/xHTML, HTML
Kamera: 8 megapiksel, 3.264 x 2.448 piksel, autofokus, video(WVGA@30fps, QVGA@120fps), flash; secondary videocall camera
Fitur lain: Built-in GPS receiver, Camera geo-tagging, auto-panorama shot, face, smile and blink detection, advanced shake reduction, DivX/XviD/H.263/H.264/WMV/MP4 player, MP3/eAAC+/WMA/AMR player, SRS (Surround Sound System) Virtual 5.1CH, TV out functionality, Java MIDP 2.0, FM radio dengan RDS, Organiser, Office document viewer, Built-in handsfree, Voice memo/dial
Baterai: Li-Ion 1000 mAh
Waktu siaga: hingga 290 jam
Waktu bicara: hingga 3 jam 40 menit
Jaman krisis saat ini kita harus pintar-pintar mengatur keuangan, jika tidak besar pasak dari tiang-lah yang akan terjadi. Selain catatan-catanan manual yang sering kita bikin, mungkin tidak ada salahnya juga untuk melirik cara online yang banyak terdapat di internet;
- Xpenser: cocok buat anda yang mobile bisa terhubung dengan SMS, Email, Twitter, IM.
- Moneytrackin’: cocok jika anda punya multiple account, misal pribadi dan bisnis.
- Mint: track bank account anda
- Buxfer: track melalui bank account anda dan track shared account misal biaya sewa rumah yang anda share biayanya dengan rekan anda
- Shoeboxed: kalo anda banyak bertransaksi cash sepertinya ini akan banyak membantu
Selamat mencoba….
Written on December 13th, 2008 by tdomf_76fc13 shouts
Mohon bantuan rekan2 untuk memposting siaran pers ini di site / blognya masing2 untuk membantu menyelamatkan warisan budaya dan sejarah bangsa ini.
Sekedar informasi, meskipun telah membahas gedung ini dengan detail dibukunya, walikota Tangerang kepada Jakarta Post tgl 11 Desember 2008, mengatakan kalau tidak mengetahui keberadaan gedung ini. Nyatakan partisipasi anda dengan mengunjungi gedung ini.
SIARAN PERS
Tangerang Terancam Amnesia Sejarah
Rumah Perkebunan Karet di Karawaci Tangerang dalam kondisi kritis. Dalam pertemuan yang diadakan WALIBATU (Warga Peduli Bangunan Tua) di Bakoel Koffie, Jl. Cikini Raya, Rabu 10 Desember kemarin, banyak orang menyuarakan agar pemerintah dan masyarakat segera beraksi menyelamatkannya. Sejauh ini, media seperti Kompas, Jurnal Nasional, Media Indonesia, Warta Kota, dan The Jakarta Post telah menuliskan. Bahkan laporan atas kasus ini ada yang dibuat sampai tiga edisi (misalnya The Jakarta Post). Demikian pula jaringan Radio CVC, sebuah radio Australia berbahasa Indonesia (www.cvc.tv) yang siarannya dapat didengar melalui streaming internet di www.cvc.tv, radio gelombang SW, dan dipancarkan oleh 20 radio dari Aceh sampai Papua. Namun hingga sekarang belum nampak langkah konkret Pemerintah Kota Tangerang untuk menyelamatkannya.
Budi Lim (arsitek), Pia Alisyahbana (tokoh masyarakat yang menaruh perhatian pada pelestarian budaya), Adolf Heuken (pernulis buku Historical Sites of Jakarta), dan Yori Antar, arsitek yang dikenal pula sebagai fotografer, dengan kalimat masing-masing, dalam pertemuan itu, menekankan posisi penting bangunan ini karena nilai sejarahnya. Demikian pula sejumlah wartawan dari berbagai koran, majalah, radio, dan televisi, serta warga masyarakat maupun pengajar sebuah universitas, yang hadir dalam pertemuan itu.
WALIBATU berpendapat bahwa dari sisi arsitektur, bangunan ini merupakan bagian dari jejak sejarah arsitektur di Indonesia. Rumah utama bergaya arsitektur China, sedang rumah lain bergaya indis (gabungan unsur Eropa dan tropis). Mona Lohanda dalam buku “Kapiten Cina of Batavia 1837-1942� mengungkapkan rumah ini dibangun pada awal abad ke-18 oleh Letnan China Oey Djie San yang menguasai perkebunan di Karawaci, Cilongok. Selain itu, rumah ini merupakan landhuis terakhir yang masih bersisa di sekitar Jakarta, dan kondisinya terbilang utuh. Bangunan ini mulai dibongkar sekitar September 2008 atas suruhan ahli waris; elemen-elemen bangunannya telah dijual ke pihak lain.
Yori Antar bahkan mengingatkan, “Tangerang akan amnesia sejarah jika bangunan ini hilang.” (amnesia dikenal sebagai salah satu penyakit kehilangan ingatan/memori). Ia mendorong masyarakat agar melaporkan jika terdapat arsitek yang terlibat, ke IAI (Ikatan Arsitek Indonesia). Heuken memastikan bahwa bangunan ini masuk Cagar Budaya karena usianya lebih dari 50 tahun. Di samping meninggalkan jejak arsitektur, bangunan itu juga menandai pembukaan Tangerang sebagai kawasan perkebunan, dan kelak pemukiman. Ia mengingatkan betapa pentingnya peninggalan bersejarah untuk mengenal asal-usul suatu warga. “Jangan nanti kita hanya bisa melihat dari potretnya,â€? kata Heuken. Pia Alisyahbana, yang juga seorang penerbit dan menjadi inisiator penggalangan dana untuk penyelamatan Gedung Arsip Nasional, mendorong agar pemerintah kota mencari upaya agar pengusaha di Tangerang dapat ikut menyelamatkan bangunan ini. Budi Lim, yang dikenal sebagai arsitek yang bersama Han Awal memugar gedung Arsip Nasional dan mendapat award dari UNESCO, mengatakan, saat ini masyarakat perlu mengambil langkah konkret. Peraturan pemerintah dan UU perlu, bahkan sangat perlu, namun tidak cukup. Diperlukan gerakan masyarakat untuk menghimpun dana, dari jumlah berapapun, agar gedung tersebut dapat diselamatkan dengan cara dibeli.
“Ibaratnya, ada seseorang yang dimutilasi satu per satu bagian tubuhnya di hadapan kita. Apakah kita menunggu suatu aturan? Kita harus menyelamatkannya,” ujar Budi Lim. Ia mengajak menempuh aksi donasi masyarakat. “Kalau dulu kita ketok pintu konglomerat, sekarang ketok semua pintu. Yang mau nyumbang 100.000 atau 50.000 rupiah juga silakan.” Budi Lim mengingatkan, style bangunan itu masih lengkap dengan situs-nya. Bangunan jenis ini dibuat di Indonesia dan kemudian “turunannyaâ€? nampak di Sri Lanka dan beberapa kota di belahan dunia yang lain. “Masakan kita malah membongkarnya, sementara di negara lain malahan bisa merawatnya?â€?
Seorang wartawan mengatakan, bagunan tsb, karena usia dan style-nya, sudah dapat dimasukkan sebagai benda cagar budaya. Karena dilindungi oleh UU, pembongkaran atas bangunan tesebut akan berhadapan dengan hukum. UU Cagar Budaya (BCB) No. 5 Tahun 1992 memang menyebutkan definisi benda cagar budaya itu.
WALIBATU juga memperlihatkan sebuah surat dari Ronald G. Knapp, SUNY Distinguished Professor and Chairman Departement of Geography, State University of New York at New Paltz. Knapp adalah penyusun buku Chinese Houses: The Architectural Heritage of Nation (2005) dan Chinese Bridges: Living Architecture from China’s Past (2008). Knapp pernah mengunjungi Rumah Perkebunan Karet di Karawaci. “It is very, very sad to see these efforts to destroy an historically – and architecturally – significant residence. This is especially painfull for those who value the multi-cultural and multi-ethnic heritage in Indonesia. It is a tragedy to see that the demolition has already begun!,� demikian antara lain bunyi surat Knapp.
Sejauh ini Walikota Tangerang, Wahidin Halim, belum menunjukkan langkah konkret untuk menyelamatkan bangunan tersebut. Di dalam situs resmi Pemkot Tangerang, Wahidin Halim menulis sebuah buku dengan judul Ziarah Budaya Kota Tangerang, di mana di dalamnya terkandung situs Rumah Perkebunan Karet di Karawaci sebagai salah satu jejak sejarah kota Tangerang.
WALIBATU sejauh ini telah menghimpun 22 tanda tangan warga. Jumlahnya diharapkan akan bertambah banyak lagi. Petisi untuk penyelamatan Rumah Perkebunan Karet Karawaci ini akan dikirimkan ke Walikota Wahidin Halim pada Jumat besok. Tembusan dikirim ke Menteri Budpar, Menteri Diknas, dan Gubernur Jawa Barat. “Kami memberi kesempatan kepada warga yang peduli untuk ikut serta menandatangi surat ini,� ujar Mahandis Yoanata, dari Walibatu.
Sejumlah rekan wartawan yang hadir, mengingatkan bahwa surat saja tidak cukup. Diperlukan suatu aksi yang lebih konkret. Misalnya, ada yang mengusulkan, membuat demo. WALIBATU, yang merupakan forum cair warga yang merasa peduli dengan bangunan tua, sedang memikirkan langkah lanjutan setelah mengirim surat. WALIBATU menunggu dan menyambut partisipasi Anda. Dimana pun Anda berada. Akankah Anda menatap masa depan, dengan menghilangkan sejarah Anda?
WALIBATU adalah forum cair dimana terhimpun warga yang menaruh kepedulian terhadap pelestarian bangunan tua, dengan partisipan dari beragam profesi dan usia. Alamat milis: walibatu@yahoogroups.com. Kontak Person: Yoanata HP 08159958115
Kliping Berita:
1. Gedung Tua di Tangerang Dibongkar, Ong, KOMPAS, 4 Desember 2008.
2. Unprotected Chinese, Indisch Buildings Razed in Tangerang, Mariani Dewi, THE JAKARTA POST, 7 Desember 2008
3. Sebelum Tinggal Puing, Silvia Galikino, JURNAL NASIONAL, 7 Desember 2008
4. Tangerang Belum Punya Perda Cagar Budaya, Pembongkaran Rumah ‘Si Pitung’ di Karawaci, Cel, WARTA KOTA, 6 Desember 2008.
5. Rumah Tuan Tanah yang Hampir Punah, David Christian, Corysha FP Akmalsyah, MEDIA INDONESIA, 5 Desember 2008.
6. Public Want Houses Saved, Govt Shrugs, Mariani Dewi dan Multa Fidrus, THE JAKARTA POST, 10 Desember 2008.
7. Daerah Harus Punya Penilik Kebudayaan, Sidik Pramono, MEDIA INDONESIA, 9 Desember 2008.
8. Stop Pembongkaran! Rumah Tua Perkebunan Karet Karawaci, Pra, WARTA KOTA, 11 Desember 2008.
9. Petition Signed to Save Heritage Buildings, Mariani Dewi, THE JAKARTA POST, 11 Desember 2008.
Promosi akhir tahun semakin gencar saja dilakukan oleh para produsen, seperti tidak terpengaruh oleh kondisi krisis yang tengah terjadi tawaran Gadget & teknologi terbaru banyak kita jumpai diakhir tahun ini.
Jika anda ingin memperdalam pengetahuan anda tentang gagdet atau teknologi terbaru, baik karena sedang mengincar inin membeli dikahir tahun ini atau sedang ada masalah yang anda temui di gadget anda, nah tidak ada salahnya untuk merujuk pada forum-forum dibawah ini.
Forum paling bawah (networking) mungkin tidak masuk dalam top list anda untuk dibeli sebagai hadiah akhir tahun, tetapi trend wi fi dan networking yang dipasang dirumah / lingkungan akan membuat forum tsb layak untuk anda lirik.
10 top forum 12 Top Forum untuk Gadget dan Bantuan teknologi.
- PC Hardware
- Apple Support Forums.
- Mac Rumors
- Windows Vista
- Windows XP
- Mac OS X Hints
- Linux Questions
- iPod & iPhone
- XBox
- PS 3 Forums
- Digital Camera Resource’s forum
- Networking
Daftar 10 orang terkaya di Indoneia versi majalah Forbes Asia, seperti dikutip Antara dari siaran pers majalah tersebut.
1. Sukanto Tanoto dengan kekayaan 2 miliar dollar AS
2. R. Budi Hartono (1,72 miliar dollar AS)
3. Michael Hartono (1,68 miliar dollar AS)
4. Putera Sampoerna (1,5 miliar dollar AS)
5. Martua Sitorus (1,3 miliar dollar AS)
6. Peter Sondakh (1,05 miliar dollar AS)
7. Eddy William Katuari (1,04 miliar dollar AS)
8. Eka Tjipta Widjaja (950 juta dollar AS)
9. Aburizal Bakrie (850 juta dollar AS)
10. Murdaya Poo (825 juta dollar AS)
Daftar orang kaya seluruhnya 40 orang akan dilaporkan Majalah Forbes Asia edisi 22 Desember./* silahkan berhitung kurs 1 USD saat ini berkisar Rp.12.000 an
Written on December 10th, 2008 by tdomf_76fc13 shouts
Kompleks rumah tua milik juragan kebun karet besar di Tangerang akan dirobohkan. Statusnya tak masuk cagar budaya.

Catatan admin :Copas dari media indonesia
Kompleks rumah tua peninggalan akhir abad 18 atau awal abad 19 itu terletak di Karawaci. Bangunannya mencerminkan kekukuhan arsitektur Indische, ditambah keanggunan ukiran khas Tiongkok, serta fondasi pilar yang mengadopsi ornamen Jepara.
Berdiri di atas lahan seluas 1.800 meter persegi, rumah tua bekas milik juragan perkebunan karet terbesar di Tangerang itu terancam punah. Letnan Oey Djie San diperkirakan adalah pemilik ‘kompleks’ perumahan itu. Letak tepatnya di perempatan Jalan Raya Imam Bonjol dan Teuku Umar. Dulunya, Jl Teuku Umar adalah gerbang masuk menuju rumah utama itu.
Ada dua bangunan utama di ‘kompleks’ itu. Yang pertama bergaya Tionghoa lengkap dengan atap ladam kuda. Satunya lagi bergaya Indische dengan pilar tuscan dan ornamen besi lengkung.
Kemarin, gedung sayap kiri dan kanan kompleks rumah tua yang berarsitektur Tionghoa itu sudah menjadi puing. Batu bata berserakan. Dinding-dindingnya sebagian besar telah roboh. Kayu-kayunya sudah dilepas dan bertumpuk. Tegel keramik dekoratif yang dingin di kaki pun sudah banyak yang dilepas.
“Banyak wisatawan mancanegara yang datang dan ingin membeli kayu-kayu rumah ini,” ujar penjaga pekarangan lokasi rumah tersebut, Yusmufidin.
Saat ini, yang tersisa adalah bangunan utama bergaya Indische dan bangunan utama bergaya Tionghoa. Hampir semua elemen penyangga dan dekoratif rumah bergaya Indische masih ada. Detail pintu, jendela, ventilasi, sampai blok batu di sekitar rumah tetap autentik. Apabila tidak segera diselamatkan, warisan sejarah Kota Tangerang itu akan punah.
Pembongkaran kompleks rumah bersejarah itu telah dimulai sejak September 2008. Pewaris rumah gedung tua itu telah menjual bangunan bersejarah tersebut kepada pihak lain yang tidak diketahui dengan pasti oleh para penghuni kompleks rumah tua.
“Sayang sekali kalau harus dirubuhkan seperti sekarang,” tambah Sahrudin yang sudah 35 tahun menetap di sana. Kawasan rumah tua itu memang pernah dijaga dan dirawat sekitar 11 kepala keluarga.
Pada 1957 dan 1963, pemilik kebun karet saat itu meminta bantuan pada kepolisian dan komando distrik militer (kodim) untuk mengamankan areal kebun karetnya dari penjarahan ataupun penyerobotan tanah yang sering terjadi masa itu. Sejak itu pun, 11 anggota kepolisian dan kodim tinggal di kompleks tersebut bersama keluarga mereka.
Empat keluarga keturunan para penjaga berdiam dalam rumah tua berarsitektur Tionghoa itu. Sisanya tinggal di sekitar rumah-rumah utama. Ada tujuh rumah sederhana dengan lantai semen dan tembok yang sudah mulai keropos berjejer di sekitar rumah utama.
Yang menjual kawasan rumah tua itu ke pemilik baru, menurut surat keterangan waris penghuni rumah dan tanah, adalah Benjamin Trisna Atmadjaja, pemilik perkebunan karet Karawaci.
Informasi yang mereka peroleh menyebutkan di atas lahan gedung tua itu akan dibangun sebuah restoran cepat saji.
Wayan Lanrat, putra anggota kodim yang lain, juga menyayangkan jika gedung tua benar-benar dibongkar. Menurutnya, bangunan tersebut merupakan salah satu jejak sejarah wilayah Tangerang.
Hingga kini keluarga keturunan anggota kepolisian dan kodim yang tinggal di lokasi sekitar gedung tua tidak tahu bagaimana nasib mereka setelah areal tersebut sepenuhnya dibongkar.
Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Pemda Kota Tangerang Saiful Rochman menyatakan Pemkot tidak bisa bertindak apa-apa karena status tanah tersebut adalah hak milik. “Pemda tidak punya hak atas rumah tersebut karena rumah itu statusnya adalah hak milik. Sementara itu, syarat untuk menjadikan rumah itu cagar budaya, harus ada hibah dari pemilik rumah,” papar Saiful.
Ketentuan soal cagar budaya pun, lanjutnya, berada di tangan pemerintah pusat. Jika nantinya pemerintah pusat menentukan tempat itu sebagai cagar budaya, barulah Pemkot mempersiapkan biaya perawatan dari APBD. “Pemda tidak bisa berbuat banyak karena rumah itu bukan aset Pemda,” katanya.(SM/J-4)
David Christian, christian@mediaindonesia.com
Corysha FP Akmalsyah, corysha@mediaindonesia.com
Artikel lain
Artikel dapat dilihat di :
http://indonesianhistorical.multiply.com
http://www.tangerangkota.go.id/webbaru/download/buku/ziarah_budaya.pdf
http://www.thejakartapost.com/news/2008/12/07/unprotected-chinese-indisch-buildings-razed-tangerang.html
http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDgzNTM=
Older Posts »