Catatan Admin : Sebuah Catatan Perjalanan Serpong – Baturaja Ogan Komering Ulu.
Menelusuri jalan darat sebagian lintas Sumatera dari Serpong ternyata cukup menantang, apalagi jika ini dilakukan pertama kalinya dengan menggunakan kendaraan pribadi. Berbekal cerita pengalaman beberapa teman yang beberapa kali melakukan perjalanan darat di Sumatera, kami putuskan untuk memulai “petualangan” ini tepat jam 03.00 pagi dengan harapan dapat menyaksikan sunrise di ferry, tiba di Bakauheni pagi hari, dan tidak terlalu malam tiba di Baturaja, sebuah kota kecil di Sumatera selatan yang menjadi tujuan kami kali ini.
Kondisi Lalulintas
Ferry dari Merak ke Bakauheni rata-rata membutuhkan waktu 2-3 jam, Pelabuhan Merak dan Bakauheni merupakan sebuah contoh pelabuhan yang cukup efektif mengatur lalulintas penumpangnya. Ferry berangkat setiap 36 menit yang dalam kondisi normal akan membuat penumpang perorangan dan kendaraan pribadi tidak akan menunggu terlalu lama untuk diberangkatan. Pelabuhan ini menetapkan harga Rp.201.000 flat untuk mobil penumpang untuk dapat menyebrang sudah termasuk penumpang didalam mobil tersebut.
Jarak tempuh Bakauheni- Baturaja normalnya dapat di tempuh kurang lebih delapan Jam. Kondisi lalu lintas Bakauheni – Bandar Lampung di dominasi oleh truk-truk pengangkut dari Jakarta yang lumayan padat. Lalulintas baru terasa mencair dan sepi setelah persimpangan Jalur Lintas timur dan Tengah, kendaraan yang menuju Palembang akan memilih jalur lintas timur karena lebih dekat. Jalur tengah relatif lebih sepi dengan kondisi jalan yang cukup baik sehingga memungkinkan kita memacu kendaraan dengan cepat.
Selepas Kotabumi, kondisi lalu lintas baru benar-benar sepi dengan pemandangan khas jalur sumatera berupa hutan sawit dan lahan-lahan kosong dengan tingkat kepadatan penduduk yang rendah. Kondisi inilah yang menjadi rekomendasi beberapa teman untuk berangkat sepagi mungkin dari bakauheni untuk menghindari malam hari di jalur-jalur sepi penduduk.
Secara umum kondisi jalan sebagian lintas sumatera yang kami lalu dalam kondisi yang baik, berbeda dengan di Pulau Jawa, jalur lintas sumatera relatif sepi dengan fasilitas umum bagi pelintas yang terbatas. disarankan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat.
Baturaja
Sebuah kota kabupaten di Ogan komering ulu Sumatera Selatan ini seperti menjawab pertanyaan akan kebutuhan pendidikan anak-anak disepanjang jalur lintas yang kami lalui, di kota ini banyak terdapat kons-kostan yang diisi oleh anak usia SLTA. Merupakan sebuah hal yang lumrah bagi para remaja ini berada jauh dari keluarga mereka demi mengenyam pendidikan lanjutan yang lebih tinggi. Angkutan umum didominasi Ojek yang menerapkan tarif jauh-dekat Rp.3000. Angkotpun dapat diminta untuk mengantar diluar trayeknya dengan tarif sama.
Tidak banyak kegiatan yang dapat dilakukan di kota ini, pertokoan, pasar tradisionil terlihat cukup ramai. Berburu durian mungkin menjadi salah satu pilihan yang menyenangkan. Dengan kisaran harga Rp.5000 sampai dengan Rp.15.000 anda dapat menikmati harumnya durian Sumatera. Banyak penjual durian terlihat di sekitar stasion KA Baturaja dan mereka buka sampai malam hari.
Untuk mengetahui suasana di Baturaja silahkan anda untuk klik disini


Catatan perjalanan anda tentang Baturaja emang T.O.P.
warga Baturaja lainnya harus tahu tentang ini. Thank you.
Kilas perjalanan yang memberi gambaran situasi lintas sumatera.
Saya ada rencana ke Muara Enim vai Baturaja
Apakah boleh kasih pertolongan rute dari Bakau ke Baturaja dari kota mana ke mana dan seterusnya tks