Cepat atau lambat setiap pengunjung atau turis yang berada di Jogja pasti akan mengunjungi Malioboro, sebuah ruas jalan di tengah kota yang sarat dengan penjual beragam souvenir dan makanan yang disajikan lesehan dimalam hari. Kapan anda terakhir ke Malioboro? Menelusuri ruas jalan ini setelah tidak berkunjung selama beberapa tahun sepertinya membangunkan kenangan tersendiri yang menyenangkan.
Suasana Malioboro seakan tidak berubah dari tahun ke tahun, penjaja souvenir, lesehan, pengamen, tukang becak, andong, masih tetap sama. Dari sisi tampilan kota, mungkin yang sedikit berubah sekarang adalah adanya beberapa halte trans Jogjakarta.
Malioboro juga menawarkan beragam hiburan dan merupakan ruang terbuka murah bagi masyarakat Jogja. Sekelompok anak muda tampak melakukan atraksi kebolehan berakrobat menggunakan sepeda-sepeda mereka dan sebuah acara Band tampak cukup ramai menyedot perhatian anak muda Jogja.
Disudut lain, menghabiskan sebagian malam di Malioboro tetap menawarkan suasana santai yang dapat menurunkan “ritme” tubuh yang sehari-hari sibuk dengan beragam kegiatan. Sambil ditemani hangatnya wedang Jahe atau makan lesehan, menghabiskan sebagian malam di Malioboro tetap menawarkan suasana santai khas Jogja yang menyenangkan.







malioboro adalah kawasan terindah yang pernah ku lihat, sarat dengan budaya jawa dan kaki lima yang sangat menggiurkan, Bravo Malioboro;