Archive for August, 2008:
Jika anda berkantor disekitar Karawaci bolehlah sekali-kali bertandang ke rumah makan sunda Ibu Ika yang terletak di Jl. Imam Bonjol diseberang Depo Coca Cola. Letaknya tidak tepat di Jl. Imam Bonjol tetapi agak masuk kedalam arah jalan potong menuju Taman Ayu Lippo berdampingan dengan pangkalan ojek.
Selain masakannya yang khas “rumahan” tidak seperti warung pada umumnya, Kelebihan lain rumah makan ini adalah kita dapat bebas mengambil nasi dan lauk sesuka hati sehingga dapat sesuai dengan porsi makan kita dan setelah puas makan baru membayar (Prasmanan). Sebuah metode jualan makanan yang sudah jarang ditemukan saat-saat ini, jadi dituntut kejujuran anda disini pada saat membayar
.
Sebagai tempat makan siang sehari-hari tempat ini sepertinya tidak pernah sepi pengunjung. Jika anda berkunjung pas jam makan siang maka agak sulit untuk dapat tempat duduk, lebih baik datang diawal atau agak siang.

Harganya murah, beragam sayur dan lauk berikut soft drink tidak akan lebih dari Rp.20.000, sebagai contoh beberapa saat yang lalu kami makan dengan Sayur asam, Oseng-oseng Leunca, Bakwan Udang, Ikan Asin tempe dan oseng-oseng Melinjo plus full lalapan dan sebotol coca cola cukup bayar Rp.13.000.
Jadi kalau anda berkantor di sekitar karawaci, tidak ada salahnya sekali-kali untuk mencoba. Hal yang perlu diperhatikan adalah agak repot jika anda menggunakan kendaraan roda empat sebaiknya bergabung berkendara dengan teman-teman yang lain karena tidak ada lahan parkir yang luas di sekitar lokasi tersebut atau gunakan saja sepeda motor atau kendaraan umum.

Catatan : Di Copy Paste dari http://www.radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=30250
Untuk Artikel lain tentang curug sangereng dari serpong.org dapat anda klik disini dan disini
KELAPA DUA- Penyelesaian sengketa tanah warga dengan pengembang perumahan Paramount Serpong, Kamis, (14/8), berakhir bentrok. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Bentrokan dipicu pihak Paramount Serpong yang menolak pengukuran situasi tanah oleh petugas Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tangerang bersama warga.
Tanah seluas 2.040 meter persegi yang berlokasi di Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang ini, diperebutkan kedua belah pihak antara pengembang perumahan Paramount Serpong atas nama PT Tjitarik dengan Ahmadi, salah seorang warga yang mengaku pemilik tanah. Keduanya mengklaim memiliki bukti sah kepemillikan tanah tersebut.
Bentrokan terjadi sewaktu petugas BPN yang diketuai Kepala Seksi Sengketa BPN Kabupaten Tangerang Zaenudin dibantu warga, hendak melakukan pengukuran tanah. Namun, langkah itu dihalangi pihak Paramount Serpong. Sempat terjadi adu mulut antara warga, petugas BPN serta Paramount Serpong. Asep, perwakilan Paramount Serpong mengaku keberatan atas rencana warga dengan petugas BPN Kabupaten Tangerang yang melakukan pengukuran, dengan dalih tidak ada koordinasi dan surat resmi pemberitahuan kepada perusahaan. Warga pun mengalah untuk tidak melanjutkan pengukuran lahan sengketa tersebut. Namun, sewaktu pihak Paramount disodorkan secarik kertas oleh petugas BPN untuk tanda tangan atas keberatan tersebut, Asep malah menolaknya.
Penolakan itu rupanya, memancing amarah warga yang menilai pihak Paramount Serpong bersikap tidak kooperatif. Kemarahan itu dimuntahkan dengan membuang bahan material di sekitar lahan sengketa tanah. Aksi warga itu mendapat perlawanan dari petugas keamanan Paramount Serpong yang sudah bejaga-jaga. Akhirnya bentrokan tidak terelakan, kedua belah pihak meluapkan kekesalan dengan saling dorong dan adu mulut. Namun, beberapa petugas kepolisian berseragam preman berusaha melerai, dan bentrokan berakhir dengan sendirinya.
Ahmadi, (53), mengaku tanah tersebut adalah miliknya yang dibeli dari ahli waris pemilik tanah yaitu H Marsum. Kepemilikan tanah dibuktikan dengan Surat Hak Milik (SHM) berupa sertifikat tanah No 822/1982. Bukti itu juga diperkuat dengan hasil pemeriksaan BPN Kabupaten Tangerang pada 16 Januari 2008 bernomor 1765, surat keterangan kelurahan setempat, serta surat pernyataan jual beli dengan pihak ahli waris H Marsum, selaku pemilik tanah pertama. “Secara hukum tanah ini milik kami, tapi kenapa Paramount Serpong mengklaim sebagai pemilik. Kami juga merasa kecewa dengan sikap Paramount yang menolak pengukuran petugas BPN, karena ini untuk membuktikan kebenaran,� ungkapnya.
Sedangkan pihak Paramount Serpong mengklaim tanah tersebut adalah milik mereka yang diperkuat dengan bukti Hak Guna Bangunan (HGB) bernomor 1114 yang dikeluarkan pada 19 Mei 1997 oleh BPN, dan gambar situasi nomor 6830/1997. “Kami menolak pengukuran itu, karena lahan yang diukur ada dalam wilayah milik pengembang. Terkecuali di luar tanah milik kami, silahkan saja,� terang Manajer Pemasaran Paramount Serpong Ervan Adi Nugroho, saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Sementara itu Kepala Seksi Sengketa BPN Kabupaten Tangerang Zaenudin menyebutkan, pembatalan pengukuran bisa dilakukan atas keberatan salah satu pihak dengan dasar kesepakatan bersama. “Nanti persoalan ini dilanjutkan, kami hanya sebatas menginventarisir persoalan di lapangan saja,� singkatnya sambil ngelencer ke mobil dinasnya dengan dalih tidak berkewenangan menjawab pertanyaan wartawan. (jid)
Kenapa Memilih Serpong.biz untuk memasang Iklan gratis dan Premium Usaha Anda ?
- Satu-satunya media iklan & promosi online gratis yang diakses pebisnis dan konsumen di Tangerang baik kota maupun kabupaten (Serpong, Ciputat, Pd Aren (Bintaro), Pamulang, plus Karawaci) yang merupakan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tinggi.
- Serpong.biz merupakan sebuah situs komersial yang terus dikembangkan untuk menjadi rujukan pebisnis dan konsumen Tangerang dengan prinsip-prinsip biaya rendah untuk menjamin harga iklan premium yang gratis / sangat murah tanpa mengurangi kualitas layanan (Low cost Operations Strategy)
- Bisnis anda akan ditampilkan secara ekslusif di www.serpong.org sebuah media citizen journalism warga Serpong yang saat ini ini page views lebih dari 1.700 per hari dan dikunjungi lebih dari 7000 pembaca setiap bulan.
Ukuran & Harga Iklan (Masa Promosi)
Saat ini kami sediakan Ukuran 200×200 Pixel: pada area sidebar dengan tarif Rp100.000,- per bulan dengan minimum kontrak 2 bulan.
Pembayaran
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer bank (BCA).
Informasi dan Pemesanan Hubungi :
Serpong.Biz
Head Office
Jl. Kelapa Hybrida Utara 15 GC/9
Sektor 6 Gading Serpong
Tangerang Indonesia.
Phone 021 – 71447334
Email : widiatmoko @ gmail.com
Cepat atau lambat setiap pengunjung atau turis yang berada di Jogja pasti akan mengunjungi Malioboro, sebuah ruas jalan di tengah kota yang sarat dengan penjual beragam souvenir dan makanan yang disajikan lesehan dimalam hari. Kapan anda terakhir ke Malioboro? Menelusuri ruas jalan ini setelah tidak berkunjung selama beberapa tahun sepertinya membangunkan kenangan tersendiri yang menyenangkan.
Suasana Malioboro seakan tidak berubah dari tahun ke tahun, penjaja souvenir, lesehan, pengamen, tukang becak, andong, masih tetap sama. Dari sisi tampilan kota, mungkin yang sedikit berubah sekarang adalah adanya beberapa halte trans Jogjakarta.
Malioboro juga menawarkan beragam hiburan dan merupakan ruang terbuka murah bagi masyarakat Jogja. Sekelompok anak muda tampak melakukan atraksi kebolehan berakrobat menggunakan sepeda-sepeda mereka dan sebuah acara Band tampak cukup ramai menyedot perhatian anak muda Jogja.
Disudut lain, menghabiskan sebagian malam di Malioboro tetap menawarkan suasana santai yang dapat menurunkan “ritme” tubuh yang sehari-hari sibuk dengan beragam kegiatan. Sambil ditemani hangatnya wedang Jahe atau makan lesehan, menghabiskan sebagian malam di Malioboro tetap menawarkan suasana santai khas Jogja yang menyenangkan.





Sedang berada di kota Solo? mencari makan malam sekaligus bersantai di ruang terbuka setelah seharian lelah beraktifitas? Bagi warga kota Solo mungkin akan setuju jika Gladag Langen Bogan akan menjadi referensi utama mereka saat ini untuk bersantap malam sambil bersantai.
Gladag Langen Bogan solo adalah sebuah arena ruang terbuka berlokasi di sebelah timur bundaran Gladag tepatnya di Jl. Mayor Sunaryo depan Beteng Trade centre dan Pusat Grosir solo dan berbatasan dengan situs bersejarah beteng Vastenburg.
Areal ini dimalam hari disulap oleh pemkot Solo menjadi areal terbuka tempat berkumpulnya aneka macam kuliner khas kota Solo. Menurut sumber kami, di Gladag Langen Bogan seluruh panganan khas kota Solo memiliki stand disini jadi merupakan tempat yang tepat untuk berburu kuliner kota ini.
Tampak kehadiran Gladag Langen Bogan Solo ini telah membuat kehidupan malam dikota ini menjadi lebih semarak dan menyenangkan;



Untuk Photo suasana malam dan sebagian ragam kuliner yang di jajakan di areal ini, anda dapat klik disini