Sekolah TK Islam Aviciena yang terletak di dekat sekolah BPK Penabur, Gading Serpong ini mengikuti kegiatan outbound di Pelita Desa, Ciseeng, Serpong pada hari Senin 19 Mei lalu.
Rombongan yang terdiri dari 26 siswa siswi, 4 guru, asisten dan beberapa orang tua murid ini berangkat jam 7.30 wib menggunakan satu mini bus, 4 mobil pribadi dan tiba di desa Ciseeng setelah menempuh 1 jam perjalanan.
Tiga orang remaja yang menggunakan kaos seragam berwarna biru bertuliskan Brigade Pelita Desa menyambut kedatangan rombongan dengan ucapan selamat datang. “Semuanya sudah siap untuk outbound?†teriak Dici salah satu dari remaja itu.
Sebelum kegiatan outbound dimulai, siswa-siswi Aviciena diajak pemanasan terlebih dahulu dengan senam ringan, membuat 3 barisan untuk bersamaan melompat kiri kanan depan belakang mengikuti aba-aba, tarik tambang, lomba bakiak, dan games seru lainnya.
Lomba mengeluarkan bola dari dalam pipa, dengan cara mengisi dengan air. Air diambil dengan menggunakan ember bocor Yang serunya adalah pipa dan embernya sudah dilubangi sehingga diperlukan beberapa tangan untuk menutup lubang-lubang tersebut.. Air mengucur dari ember dan pipa membuat tubuh peserta basah kuyup tersiram air danau yang berwarna keruh.
Setelah pemanasan, peserta outbound diajak mengenal dan memahami manfaat tanaman buah seperti pohon kelapa, mengkudu, jeruk bali, dan markisa.
Acara dilanjutkan dengan makan semangkuk bakso hangat sambil bersantai di meja dan kursi yang terbuat dari kayu yang berada di bawah pohon rindang.
Rombongan Aviciena juga diajak melihat proses pembuatan kompos dari sampah organic yang dikumpulkan disekitar lahan Pelita Desa yang memiliki luas 2 hektar itu.
Tim Pelita Desa, Dici dan teman-temanya memandu peserta outbound untuk melintasi jembatan yang terbuat dari 1 bambu dengan 1 tali tambang diatas untuk menahan keseimbangan dengan nama permainan “Two Linesâ€.
Kemudian, satu-persatu siswa harus menyebrang kolam melintasi V-Bridge, yang terbuat dari 1 bambu, bertali tambang 2 di kiri dan kanan. Saat siswa bernama Akhsya dan Kaisar mulai menyebrang dengan rasa takut, teman-temannya yang sudah berhasil melintas, dengan kompak memanggil-mangil nama mereka berdua agar termotivasi untuk segera melintasi V-Bridge.
Ada “Jembatan Goyang†yang terbuat dari rangkaian papan-papan terhampar di atas air yang akan bergoyang dengan sendirinya jika dipijak oleh tiap siswa. Tak heran, jika ada satu dua siswa yang menangis ketakutan ketika harus melewati “Jembatan Goyang†tsb.
Kegiatan Flying fox diatas danau luas berair kuning keruh hanya diikuti oleh sedikit siswa yang berani, namun sebelum sampai ke arena flying fox, peserta harus melewati jembatan yang terbuat dari tumpukan ban bekas beralaskan papan.
Siswa-siswi Aviciena diajarkan cara menumbuk padi, memerah susu sapi dan tubuh mereka bermandikan lumpur saat mengikuti kegiatan menanam, memotong padi, dan menaiki kerbau.
Outbound diakhiri dengan kegiatan menjala ikan dan menaiki rakit mengelilingi danau yang cukup luas di arena “Rakit Kitaâ€.
Setelah puas ber-outbound, rombongan Aviciena dijamu makan siang dengan menu ayam goreng tepung, ayam bakar, ikan asin, sambel lalap, sayur asem, sayur sop, perkedel jagung dan kerupuk.
Sebelum pulang, peserta outbound mendapatkan oleh-oleh ikan mas hidup dalam kantong plastik yang diisi air dan oksigen.
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds






















BlogoSquare
2 Comments so far (Add 1 more)