Bagi kaum urban di Bodetabek yang setiap hari beraktifitas di Jakarta, rasanya memang harus pintar-pintar mensiasati jenis moda transportasi yang harus mereka gunakan sehari-hari guna menuju tempat bekerja mereka.
Begitu juga bagi sebagian masyarakat di Tangerang, Sepeda motor sebagai moda transportasi irit dan bebas macet untuk jarak tertentu akan menjadi tidak masuk akal bagi sebagian orang untuk mengendarainya dari Tangerang menuju Jakarta.
Kemacetan di Jalur ‘tradisional’ Tangerang- Jakarta melalui Daan Mogot & Cileduk dijam-jam berangkat kantor membuat waktu tempuh menggunakan sepeda motor dari Tangerang ke Jakarta tidak akan berbeda jauh dibandingkan menggunakan kendaraan umum / Bus kota. Meskipun macet, rata-rata dalam kondisi normal kemacetan di ruas Tol Kebon Jeruk dapat ditembus dalam kurun waktu 1 jam.
Nah, jika sudah seperti ini sebagian masyarakat yang memiliki sepeda motor akan memilih menggunakan Bus kota karena dapat beristirahat dibandingkan harus ‘berjibaku’ di tengah kemacetan Jl. Daan Mogot atau Ciledug Raya.
Hal inilah yang dimanfaatkan oleh penduduk yang memiliki lahan di Jl. Imam Bonjol disekitar Palm Semi Karawaci Tangerang untuk menyewakan lahan mereka bagi para pemilik motor.
Dengan hanya membayar Rp.2000 para pemilik Sepeda motor dapat memarkir kendaraan mereka seharian dan menggunakan bus kota menuju Jakarta. Sore/malam hari mereka akan turun dari bus kota ditempat yang sama untuk kemudian mengambil motornya dan melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka di seluruh sudut Tangerang.
Menitipkan motor di tempat penitipan ini selain praktis juga cukup menghemat tenaga dan menjaga kondisi badan agar tetap segar begitu tiba dikantor menggunakan bus kota, karena di bus kota itulah para kaum urban ini melanjutkan tidur pagi mereka yang terpotong sampai tiba di tujuan mereka di Jakarta.
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds






















BlogoSquare