Archive for May, 2008:
Sekolah TK Islam Aviciena yang terletak di dekat sekolah BPK Penabur, Gading Serpong ini mengikuti kegiatan outbound di Pelita Desa, Ciseeng, Serpong pada hari Senin 19 Mei lalu.
Rombongan yang terdiri dari 26 siswa siswi, 4 guru, asisten dan beberapa orang tua murid ini berangkat jam 7.30 wib menggunakan satu mini bus, 4 mobil pribadi dan tiba di desa Ciseeng setelah menempuh 1 jam perjalanan.
Tiga orang remaja yang menggunakan kaos seragam berwarna biru bertuliskan Brigade Pelita Desa menyambut kedatangan rombongan dengan ucapan selamat datang. “Semuanya sudah siap untuk outbound?� teriak Dici salah satu dari remaja itu.
Sebelum kegiatan outbound dimulai, siswa-siswi Aviciena diajak pemanasan terlebih dahulu dengan senam ringan, membuat 3 barisan untuk bersamaan melompat kiri kanan depan belakang mengikuti aba-aba, tarik tambang, lomba bakiak, dan games seru lainnya.
Lomba mengeluarkan bola dari dalam pipa, dengan cara mengisi dengan air. Air diambil dengan menggunakan ember bocor Yang serunya adalah pipa dan embernya sudah dilubangi sehingga diperlukan beberapa tangan untuk menutup lubang-lubang tersebut.. Air mengucur dari ember dan pipa membuat tubuh peserta basah kuyup tersiram air danau yang berwarna keruh.
Setelah pemanasan, peserta outbound diajak mengenal dan memahami manfaat tanaman buah seperti pohon kelapa, mengkudu, jeruk bali, dan markisa.
Acara dilanjutkan dengan makan semangkuk bakso hangat sambil bersantai di meja dan kursi yang terbuat dari kayu yang berada di bawah pohon rindang.
Rombongan Aviciena juga diajak melihat proses pembuatan kompos dari sampah organic yang dikumpulkan disekitar lahan Pelita Desa yang memiliki luas 2 hektar itu.
Tim Pelita Desa, Dici dan teman-temanya memandu peserta outbound untuk melintasi jembatan yang terbuat dari 1 bambu dengan 1 tali tambang diatas untuk menahan keseimbangan dengan nama permainan “Two Lines�.
Kemudian, satu-persatu siswa harus menyebrang kolam melintasi V-Bridge, yang terbuat dari 1 bambu, bertali tambang 2 di kiri dan kanan. Saat siswa bernama Akhsya dan Kaisar mulai menyebrang dengan rasa takut, teman-temannya yang sudah berhasil melintas, dengan kompak memanggil-mangil nama mereka berdua agar termotivasi untuk segera melintasi V-Bridge.
Ada “Jembatan Goyang� yang terbuat dari rangkaian papan-papan terhampar di atas air yang akan bergoyang dengan sendirinya jika dipijak oleh tiap siswa. Tak heran, jika ada satu dua siswa yang menangis ketakutan ketika harus melewati “Jembatan Goyang� tsb.
Kegiatan Flying fox diatas danau luas berair kuning keruh hanya diikuti oleh sedikit siswa yang berani, namun sebelum sampai ke arena flying fox, peserta harus melewati jembatan yang terbuat dari tumpukan ban bekas beralaskan papan.
Siswa-siswi Aviciena diajarkan cara menumbuk padi, memerah susu sapi dan tubuh mereka bermandikan lumpur saat mengikuti kegiatan menanam, memotong padi, dan menaiki kerbau.
Outbound diakhiri dengan kegiatan menjala ikan dan menaiki rakit mengelilingi danau yang cukup luas di arena “Rakit Kita�.
Setelah puas ber-outbound, rombongan Aviciena dijamu makan siang dengan menu ayam goreng tepung, ayam bakar, ikan asin, sambel lalap, sayur asem, sayur sop, perkedel jagung dan kerupuk.
Sebelum pulang, peserta outbound mendapatkan oleh-oleh ikan mas hidup dalam kantong plastik yang diisi air dan oksigen.
Internet as one of popular interactive online media has experiencing a rapid user growth in Indonesia. This growth is indicated on the official statistic data published by the Indonesian Internet Service Provider Association (APJII) on their website: http://www.apjii.or.id/dokumentasi/statistik.php?lang=ind. The graph shows that by the end of 2007 APJII estimated Internet user in Indonesia has reached 2.000.000 subscriber with 25.000.000 active users.
Indonesian Government recently has also announced its policy to give high schools in all over Indonesia to have free internet access. The Ministry of Communication and Information Technology of Indonesia Mr. Muhammad Nuh said that with this free internet access the internet user in Indonesia will increase up to 50.000.000 users.
The above numbers estimated will keep increase due to PT Telkom has reduced its rental network based on the distance rate recently. In average the network rental by distance rate decrease by 81% which will make internet access in Indonesia become 20-40 % cheaper and more people could afford to subscribe and access the internet starting July 2008.
A lot of opportunity for sure, are you ready?

Halo Penduduk Tangerang !
Kami ingin menginformasikan, Saat ini www.serpong.biz sudah dapat
digunakan untuk berjualan /Mencari informasi barang dan jasa yang
terletak di Tangerang. Masih dalam tahap pengembangan tapi jika anda
ingin berjualan silahkan untuk mulai dimanfaatkan.
Jika anda ingin menawarkan barang & jasa anda serta menargetkan
penduduk Serpong & Tangerang sebagai pasar sasaran, mudah-mudahan
www.serpong.biz kedepannya merupakan media online yang cocok bagi
untuk promosi bisnis anda.
Pasang iklan baris di www.serpong.biz Gratis, mudah, tidak perlu
daftar, cukup klik pasang iklan dan anda sudah dapat menampilkan
bisnis / dagangan anda ke pengunjung www.serpong.biz yang menargetkan
penduduk Tangerang sebagai pengunjungnya dan Merupakan “saudara
kembar” dari www.serpong.org.
Bagi anda yang ingin mencari barang/jasa dan tidak ingin repot karena
penjualnya nun jauh dimana… maka mudah-mudahan www.serpong.biz bisa
menjadi media informasi bagi anda karena yang menjual mungkin saja
tetangga dekat rumah anda
Silahkan menjadi yang pertama mencoba & menikmati layanan gratis kami,
dan jika ada ide, saran maupun kritik akan tampilan & fasilitas di
www.serpong.biz dengan senang hati pasti akan kami perhatikan.
Salam
Admin
Helo Serpong !
Agar kapasitas dan kemampuan www.serpong.org dapat lebih baik lagi kedepannya, Saat ini kami sedang melakukan server maintenance , mohon maaf jika terjadi ketidaknyamanan selama proses berlangsung
Salam
Admin
Selasa sore 20/5 sebagian anak-anak di Gading Serpong bergembira naik delman yang berkeliling di kompleks perumahan mereka. Moda transportasi yang satu ini memang kian tergerus perkembangan jaman dan mulai jarang ditemukan di kota-kota besar. Jikapun ada biasanya sudah beralih fungsi melayani wisatawan di tempat-tempat wisata di Jakarta atau menjadi hiburan anak-anak seperti yang ada di Gading Serpong ini.

Written on May 19th, 2008 by victorone shout
Catatan Admin : Dikarenakan masalah teknis berita ini terlambat untuk di publikasikan, namun niatan menggunakan kendaraan umum sepertinya memang harus diberi apresiasi dan terus dipopulerkan.
Pengguna feeder busway di BSD City dan Kereta Sudirman Express pantas untuk dihargai karena menjadi pahlawan bagi pengurangan emisi yang mengakibatkan PEMANASAN GLOBAL.
Tanggal 6 Mei 2008 akan ada spanduk2 akan dipasang di seputar BSD CITY serta pembagian flyer perihal “TERIMA KASIH SUDAH MENGGUNAKAN KENDARAAN UMUM” kepada para pengguna feeder dan kereta api
Menurut Yayasan Tanggul Bencana di Indonesia (www.ytbindonesia.org) sebagai pelaksana acara, kampanye ini adalah apreasiasi perubahan gaya hidup untuk mengurangi dampak bencana akibat pemanasan global.
Pada dasarnya dengan menggunakan kendaraan umum, ada banyak emisi yang dikurangi, sehingga gaya hidup seperti ini adalah gaya hidup yang harus semakin diikuti oleh lebih banyak orang di sekitar Jakarta.
———————————————————TKSH
Berikut Press Release YTBI:
Press Release Kampanye Perubahan Iklim: “Terimakasih Telah Menggunakan Kendaraan umum�
Pemanasan global adalah fenomena yang mengancam keberlangsungan bumi karena terjadinya peningkatan suhu di laut, daratan, dan atmosfer kita . Sejak revolusi industri lebih dari 150 tahun yang lalu, temperatur permukaan bumi sudah naik sebesar 0,76 Celsius. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”. Dampak pemanasan global sudah dirasakan dengan meningkatnya kekeringan, banjir, epidemi penyakit menular dan berbagai fenomena pergantian iklim yang tidak lagi stabil. Menurut Bank Dunia, perubahan iklim menyebabkan 40% investasi pengurangan kemiskinan terancam gagal. Selain itu peningkatan temperatur setinggi 2° celsius akan mengakibatkan:1-4 miliar orang kekurangan air bersih, 30% daratan bumi akan kekeringan, 250-550 juta orang akan kelaparan, 80% es di laut Arctic akan mencair, banjir yang parah dan hilangnya pulau-pulau kecil. Bila percepatan pemanasan global tidak dikurangi maka pada tahun 2020 sebagian daerah di sekitar Jakarta Utara akan menjadi lautan dan Bandar Udara Soekarno-Hatta akan menjadi bandar laut.Kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat ibukota sedang dalam proses menuju bencana yang perlahan tapi pasti.
Untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap bencana-bencana akibat pemanasan global, Yayasan Tanggul Bencana di Indonesia (YTBI) sebagai lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam Penanggulangan Bencana berupaya ikut serta dalam penyadaran kepada warga Jakarta dan sekitarnya akan pentingnya masalah ini. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menggunakan kendaraan umum dari pada kendaraan pribadi. Karena di Jakarta setiap hari beredar 5,7 juta unit kendaraan, terdiri dari 98,5% kendaraan pribadi dan 1,5% kendaraan umum. Jumlah ini menunjukkan perlunya kesadaran kita semua untuk mengurangi emisi dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi. Bila dalam jumlah yang banyak, kendaraan pribadi menjadi penyumbang gas emisi terbesar yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.
Pengamatan yang dilakukan oleh YTBI terhadap masyarakat yang tinggal di daerah sub urban menunjukkan bahwa ada golongan kelas menengah yang pergi ke kantor dengan menggunakan kereta api atau bus-bus umum di feeder di dekat pemukiman mereka. Dari rumah mereka mengunakan mobil atau motor ke stasiun kereta api atau bus feeder kemudian dilanjutkan dengan mengunakan kendaraan umum, mereka pergi ke kantor.
“Orang-orang seperti inilah yang patut dijadikan contoh dan diberi penghormatan atas kepedulian mereka dalam melestarikan lingkungan�, kata Dr. Lucy Montolalu, Direktur YTBI.
Berangkat dari kepekaan dan kepedulian akan lingkungan ini, maka YTBI mengadakan kampanye publik yang berhubungan dengan perubahan iklim berjudul “Terimakasih Telah Menggunakan Kendaraan Umum�.
Menurut Ketua Pelaksana Lifter Tua Marbun, Kegiatan ini akan dilakukan pada 6 Mei 2008. dengan membagikan brosur-brosur yang berjudul “Terimakasih Telah Menggunakan Kendaraan Umum�, di beberapa lokasi yang berada di luar Kota Jakarta, seperti BSD City, Bintaro Jaya, dan Kemang Pratama. Sedangkan yang berada di dalam Kota Jakarta, mengambil tempat di Stasiun Kereta Api Dukuh Atas Sudirman dan Ratu Plaza. Disamping itu tim YTBI juga akan memasang beberapa spanduk di daerah BSD City dan Stasiun KA Dukuh Atas Sudirman.
Melalui kampanye ini, masyrakat Jakarta disadarkan akan pentingnya pola/perilaku atau gaya hidup yang bersahabat dengan lingkungan. Dengan menggunakan kendaraan umum kita sudah membantu mengurangi gas emisi penghasil karbondioksida (CO2).
Untuk Konfirmasi
Contact Person: Lifter Tua Marbun – Information Officer
Jl. Kalasan no. 4 Pegangsaan
Jakarta Pusat 10320 Indonesia
Telepon: 021-3157705
Fax: 021-3158279
Email: lifter@ytbindonesia.org
Pengoperasioan / uji coba flyover Jl. Sudirman Tangerang yang sudah dimulai sejak 14/4 terbukti mampu mengurangi kemacetan dikawasan tersebut, proyek seharga Rp.42,9 M ini sepertinya “good value” bagi masyarakat penggunanya, apalagi lajur ini merupakan jalur alternatif menuju bandara Soekarno Hatta yang aksesnya sering terputus karena air pasang & banjir.


Bagaimana dengan underpass ciledug ?, baik pemerintah dan masyarakat berharap underpass ini sebagai obat mujarab mengurangi kemacetan, namun sejak dioperasikan awal april lalu ternyata di kawasan penghubung Jakarta Selatan dan Kota Tangerang ini masih saja dilanda kemacetan.
Seperti dikutip dari harian Republika, setelah membangun underpass pemerintah sedang mengkaji untuk membuat terminal untuk mengatasi banyaknya angkot yang berhenti sembarangan di kawasan ini;
Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Pemkot Tangerang, Dadang Durahman, mengatakan pihaknya telah memiliki solusi mengatasi permasalahan tersebut. “Saat ini kami sedang mengkaji wilayah tersebut,” kata Dadang. Ia menyatakan saat ini Pemkot Tangerang berencana membuat jalan-jalan alternatif dan terminal baru. “Rencananya pembangunan terminal akan dimulai tahun 2009 nanti,” kata Dadang.
Older Posts »