” Bade kamana pak?, olah raga?” sapa ramah seorang ibu dari teras rumahnya menyapa kami dengan dialek sunda Banten-nya yang kental. “Mampir pak…. itu si ade di gendong terus?” Seorang Bapak yang sudah cukup berumur dari depan rumahnya yang memiliki halaman yang luas dan teduh, Ia tampak tersenyum kearah kami.
Meskipun tidak saling mengenal, yang pasti sapaan-sapaan ramah tetangga kami tersebut membuat olah raga pagi berjalan kaki menelusuri jalan desa Curug Sangereng Tangerang dibelakang perumahan Gading Serpong menjadi semakin menyenangkan.
Curug Sangereng adalah salah satu kelurahan di Tangerang dimana Pengembang besar Paramount dan Summarecon Serpong mengembangkan kawasan perumahan mereka di Gading Serpong. Kami tidak sering melewati Jalan Desa ini, dan hari ini kami cukup terkesima dengan perubahan yang cukup pesat dikawasan ini.
Jalan desa yang dahulu indah dengan sawah di kiri kanannya tampaknya telah ikut terimbas pesatnya pembangunan. Jika dulu pertama kali melewati jalan desa ini kami sempat berphoto karena pemandangan sawah dengan latar belakang bukit dikejauhan, saat ini kondisinya sudah jauh berubah seiring kegiatan pengembang membangun perumahan dikawasan ini.
Mudah mudahan tulisan ini suatu saat nanti akan dapat menjadi kenangan indah warga akan sebuah desa yang kini telah berubah dan perlahan “hilang” mengikuti pesatnya pembangunan di sekitarnya.
Yang pasti, kami akan kehilangan suasana jalan pagi dikawasan ini, dan sapaan ramah penduduk setempat.
Kawasan Makam Warga Yang Ikut Tergusur

Jalan Desa Yang Sebentar Lagi Mungkin akan Tinggal Kenangan

Pembangunan Dibelakang Kantor Kepala Desa
Kawasan Pengembangan Gading Serpong
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

























BlogoSquare
One Comment
One Trackback
[...] Artikel lain tentang curug sangereng dari serpong.org dapat anda klik disini dan [...]