Archive for March, 2008:

Beli Krey di Jalan Raya Serpong aja…

Written on March 15th, 2008 by adminno shouts

Krey Jl. raya SerpongMusim hujan yang masih mengguyur Tangerang memang harus disiasati dengan cerdik. Rumah bocor dan tampias mungkin adalah “keakraban” yang selalu dialami oleh sebagian warga.

Jika bocor sudah bisa diatasi, bagaimana dengan tampias? apabila kondisi disekitar lokasi tampias itu masih dalam taraf wajar maka it’s ok; Tapi jika lokasi tampias tersebut dianggap akan mengganggu barang-barang yang terdapat disana atau dapat mengurangi kenyamanan, nah biasanya kita akan mensiasatinya dengan menggunakan krey.

Banyak ragam krey ada dipasaran, bahkan di banyak supermarket terkenal di kawasan Serpong dan karawaci banyak krey buatan china harganya relatif murah dan desainnya pun bagus-bagus.

Tetapi jika anda “rindu” dengan suasana alami dan kebetulan cocok dengan eksterior dan interior rumah anda atau anda memerlukan krey yang lebar, nah krey yang dijual oleh Para pengrajin krey kayu dan bambu di sepanjang Jalan Raya Serpong dapat anda jadikan pilihan. Harganya relatif murah, Krey Bambu ini cocok untuk melindungi bidang yang relatif lebih luas.

Silahkan keluarkan jurus tawar menawar anda, dalam sebuah kesempatan krey bambu berwarna gelap yang sudah di pernis berukuran 2,5×2,5m dijual Rp.100 ribu rupiah; hampir bersamaan, seorang pembeli sebelumnya krey yang sama dilepas Rp.125 ribu.

Nah, selamat berburu krey…

Masjid Al-Muhajirin Lautze Gading Serpong

Written on March 8th, 2008 by adminno shouts

Al Muhajirin

Kawasan Gading Serpong merupakan salah satu kawasan di Serpong Tangerang yang dikenal memiliki penduduk dari beragam agama dan ras.

Dapat dikatakan di setiap cluster perumahan dikawasan ini, warga muslim merupakan minoritas sehingga sarana ibadahpun menjadi terbatas.

Masjid Al-Muhajirin Lautze yang terletak di sektor 6 Gading Serpong ini mungkin suatu saat akan menjadi sebuah cerita dan kenangan indah bagi warga muslim dikawasan ini atas ‘perjuangan’ mereka membangun masjid ini secara swadaya.

Dalam kesehariannya, Masjid yang didirikan diatas lahan fasum/fasos PT. JBC seluas 1000 m ini merupakan salah satu pusat kegiatan warga muslim setempat dan merupakan salah satu masjid pusat kegiatan Muslim Tionghoa dan Keluarga MUSTIKA di Serpong.

Ceria

Ceria bersama anak yatim merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pengurus dan jamaah masjid ini pada Januari 2008 lalu. Dalam kegiatan ini jamaah mengundang anak yatim dari daerah sekitar untuk merasakan kegembiraan dengan mengunjungi sebuah mall di Tangerang.

Disebutkan dalam rencana pembangunan masjid secara swadaya ini, Masjid Al-Muhajirin Lautze Gading Serpong nantinya akan memiliki luas 19×19 meter dan akan mampu menampung sekitar 700 jamaah. Untuk mewujudkan rencana tersebut diperkirakan akan memerlukan dana sekitar Rp.650 juta yang akan didapat dari donatur tetap serta berbagai sumber lain.

Saat ini proses pembangunan masjid yang baru mencapai 30% ini merupakan berkah ladang amal bagi para muslim di daerah sekitar untuk menyumbangkan rizkinya.

Bagi anda warga Gading Serpong dan sekitarnya serta kaum muslimin pada umumnya yang ingin menyalurkan sebagian dari rizki yang anda peroleh. Anda dapat menyalurkannya dengan data detail sebagai berikut;

BANK PERMATA SYARIAH NO. Rek: 0970011188
BANK SYARIAH MANDIRI NO. Rek: 1430001394
Atas nama Yayasan Pembangunan Sarana Ibadah.

Informasi Sekertariat DKM Telp. 5474904/54201050. http://groups.google.com/group/al-muhajirin-lautze

Full Story » Filed under Berita Kawasan Tags:

Bandara Soekarno Hatta, Katanya sich di Tangerang…

Written on March 7th, 2008 by adminone shout

Bandara

Pertengahan tahun lalu seorang Manager operasional sebuah jasa courier express internasional untuk wilayah Banten dan berkantor di Kota Tangerang mengeluhkan akses dari Tangerang menuju bandara Soekarno Hatta.

Pasalnya adalah, seiring perkembangan bisnis dimana jumlah kiriman yang semakin banyak, terkadang mengharuskannya untuk menggunakan jenis truk yang besar / Fuso atau enam roda yang tidak dapat melewati akses Jl. Selapajang baru dan pintu  M1 Garuda Maintenace facility atau dari arah “belakang”.

Alternatif lain menuju Bandara dari Tangerang adalah  harus memutar melewati Jl Husein Sastra negara – Rawa Bokor. Dikarenakan bisnis yang digelutinya tersebut sangat rentan terhadap waktu, terkadang hal tersebut dapat membuat  koneksi barang-barang yang ada di truk tersebut tidak connect dengan persawat yang akan digunakan karena jalur tersebut sering macet.

Memang jika kita perhatikan, meskipun Bandara tersebut berada di Tangerang Banten tetapi jika dicermati lebih lanjut akses dan infrastructure nya adalah untuk melayani Jakarta.

Akses dari dan ke Tangerang sepertinya “seadanya” karena harus melewati jalur tradisional Rawa Bokor – Jl. Husein Sastra negara – Daan Mogot yang sempit dan selalu macet, jalan Tol Lingkar Luar Jakarta pun yang menghubungkan tol merak dengan Bandara entah kapan dapat diselesaikan.

Akses pintu M1 melalui daerah terbatas dan ‘resminya’ yang boleh lewat adalah kepada mereka yang memiliki pas Banjirkendaraan, atau penumpang pesawat yang memiliki tiket penerbangan selain itu misalkan anda ingin menjemput keluarga atau relasi tidak ada jalan lain anda harus lewat Jl. Husein Sastra Negara.

Untuk angkutan barang / kargopun terbatas, maksimum untuk truk kecil empat roda. Padahal industri di Banten ini diperkirakan hampir 95% berada “dibelakang” bandara searah dengan jalur tol Jakarta – Merak. Biasanya mereka mensiasatinya dengan membagi muatan menjadi beberapa truk yang sebelumnya sudah dilengkapi stiker akses M1.

Banjir bulan lalu yang melumpuhkan akses ke Bandara dari Jakarta membawa “Berkah” bagi Masyarakat dan pebisnis di wilayah Banten dan Tangerang pada umumnya karena mulai “membuka” mata pemerintah yang selama ini sepertinya memandang setengah mata terhadap akses bandara dari / ke Tangerang. Kita lihat saja….ÂÂ

Komunitas Bloger Benteng Cisadane, Komitmen Kebersamaan Bloger Tangerang

Written on March 3rd, 2008 by adminone shout

Catatan : Dikutip dari tulisan Edy Caplang dan M Arif Widarto ÂÂ

Hari Minggu 2/3 2008 bertempat di kediaman Edy Caplang di Puri Beta, Ciledug para bloger yang tinggal di Tangerang bertemu kembali dan berhasil mengukuhkan komitmen kebersamaan mereka dalam sebuah wadah KBBC : Komunitas Bloger Benteng Cisadane. Dalam pertemuan tersebut disepakati Edy Caplang sebagai ketua koordinator, Wakil Koordinator Payjo;  Bendahara Triyani dan penggunaan domain BlogerBenteng.Com.

Pionir Pendiri KBBCTidak dapat dipungkiri insiatif dari para pionir penggagas berdirinya bloger Tangerang ini patut diacungi jempol karena sedikit banyak komunitas ini kedepannya akan munyumbangkan banyak fcerita, fikiran, informasi, opini serta saling berbagi dalam banyak hal tidak hanya di dunia maya namun juga di kehidupan nyata dilingkungan terdekat mereka dan Tangerang kota dan Kabupaten pada umumnya. ÂÂ

Admin serpong.org yang rencananya hadir dalam pertemuan tersebut berhalangan hadir karena keperluan mendadak diluar kota.ÂÂ

Jika anda tertarik untuk menelusuri lebih lanjut tentang komunitas ini silahkan klik disini, dan jika anda memiliki blog dengan tag Tangerang,  jangan ragu untuk segera ikut bergabung. Selamat kepada seluruh anggota KBBC dan selamat bekerja untuk para pengurusnya semoga banyak manfaat yang dapat diperoleh.

ÂÂ

Visit Musi 2008, Sekilas Palembang Disela Kesibukan Kunjungan Kerja

Written on March 1st, 2008 by adminno shouts

Musi

note: just a quick glance during a business Trip…ÂÂ

Jika cuaca cerah, Sungai musi yang membelah kota Palembang akan menjadi tanda geografis apabila anda menggunakan pesawat udara untuk mengunjungi kota ini. Termasuk penerbangan jarak pendek selama 47 menit dari Jakarta, anda akan mendarat di Bandara Sulta Mahmud Badaruddin II.ÂÂ

Bandara yang berfungsi sebagai pintu gerbang utama kota Palembang ini terletak sekitar 25 Km dari Pusat kota Palembang, sebuah bandara yang kompak dan fungsional. Untuk menuju ke Kota Palembang anda dapat menggunakan Taxi dengan tarif sekitar Rp.75.000 s/d Rp.100.000.

Menuju pusat kota, disekitar bandara banyak terbentang spanduk  Visit Musi 2008, sebuah promosi wisata pemerintah setempat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota ini.

Lepas dari Bandara menuju pusat kota terlihat banyak truk pengangkut CPO dari Masjid Rayaperkebunan di sekitar Palembang yang kerap menjadi salah satu sumber kemacetan. Menelusuri kota Palembang sekilas dapat mengingatkan kita pada suasana pinggiran Jakarta terutama jika menili angkutan kota mereka yang mirip dengan Metro mini. ÂÂ

Disebutkan dalam sebuah buku travelling guide terkenal lonely planet yang banyak dijadikan rujukan para backpackers manca negara,  Palembang termasuk kota yang memiliki sejarah yang menarik namun termasuk “miskin” objek wisata untuk dikunjungi. Sayang, sedikitnya waktu kami untuk menelusuri kota ini sepertinya belum dapat dijadikan justifikasi untuk menjawab wacana yang diberikan oleh lonely planet tersebut.

Kota ke-2 terbesar di Sumatera dengan penduduk ini menawarkan banyak pilihan hotel sampai dengan hotel bintang 4. Tempat makan pun beragam,Warung Legenda sebuah restoran yang berlokasi mengapung di Sungai Musi tepat dibawah jembatan Ampera dapat dijadikan pilihan yang tepat untuk menikmati suasana malam di kota ini. Meskipun rasa masakannya “biasa saja” namun lokasi restoran ini menjadikannya sebuah tempat yang “harus” didatangi para pelancong.

Informasi lengkap mengenai visit musi 2008 dapat anda dapatkan dengan klik disini, lebih lanjut, Zanial Mazalisa seorang warga Palembang memiliki blog yang cukup menarik untuk anda kunjungi tentang karena banyak cerita tentang keseharian di kota empek-empek ini.  ÂÂ

Polsek Kelapa Dua Gading Serpong Tangerang Mulai Beroperasi

Written on March 1st, 2008 by admin3 shouts

Kantor Polsek Kelapa Dua Gading Serpong Tangerang Rabu 27/2 telah diresmikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Adang Firman. Kantor Polsek ini memiliki luas sekitar 1000 M dengan design bangunan modern dilengkapi fasilitas yang lengkap bagi para petugas berikut sel tahanan.

Polsek Kelapa Dua Gading SerpongKantor yang memiliki total luas 4200m ini terletak tepat di depan Sektor 7c & 8 Gading Serpong, merupakan sumbangan swadaya dari pengembang setempat.  ÂÂ

Disinilah Iptu Sunaryo selaku Kapolsek Kelapa Dua akan berkantor memimpin para anggotanya untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat diwilayah operasionalnya.

Tidak dapat dipungkiri faktor keamanan merupakan salah satu faktor utama bagi banyak orang dalam menentukan suatu kawasan untuk dapat menjadi tempat tinggalnya. Seiring semakin cepat menggeliatnya perkembangan pemukiman di kawasan Gading Serpong, Kehadiran Polsek dikawasan Gading Serpong ini telah menjadikan kawasan ini semakin lengkap.

Selamat menempati kantor baru, semoga menambah keamanan dan kenyamanan kami tinggal di kawasan ini.ÂÂ

Full Story » Filed under Berita Kawasan Tags:
« Newer Posts