headermask image

header image

Balita Gizi Buruk di Tangerang, Kelaparan Disekitar Kita; Pedulikah Anda?

“Dikampung lagi banyak maling bu…” kata mbak Marni kepada istri saya. Mbak Marni adalah seorang Ibu yang beberapa bulan ini setia setiap hari membantu pekerjaan dirumah kami. Beliau tinggal tidak jauh dari tempat tinggal kami di Gading Serpong. Kampung yang ia maksud adalah perumahan penduduk tetangga kami diluar kompleks.

“lho.. emang kenapa mbak?” tanya istri saya karena selama ini kondisinya biasanya aman-aman saja.

Stop Kelaparan !“Yah mungkin karena sekarang ini apa-apa mahal bu, orang-orang pada susah… kemarin Kambing, trus jemuran, sepatu juga pada ilang…” Kata Mbak Marni lagi. Sebuah pernyataan yang sungguh menggugah hati.
Jika dicermati lebih lanjut, disebuah harian Ibukota baru-baru ini memberitakan ada 49 Balita Tangerang Derita Gizi Buruk yang secara cepat ditangani dinas kesehatan Kab Tangerang; Sebuah resensi yang cukup mengiris hati : dari sabang sampai merauke rakyat Indonesia mati kelaparan !; dan tentu saja yang satu ini cukup banyak diliput di media masa : Almarhumah Basse (27) yang sedang hamil dan Bahir (5) anaknya yang menemui ajal karena kelaparan.

Kepedulian terhadap kondisi yang memprihatinkan seperti ini muncul dari banyak pihak, diantaranya Hanna Fransisca seorang warga Tangerang yang menghimbau rekan-rekan di jaringan blog nya untuk secara nyata menyumbangkan sedikit rejeki yang dimiliki.

Apa yang bisa kita lakukan? Sumbangan langsung memang yang paling utama, namun diluar itu, tanpa bermaksud menggurui, banyak hal-hal kecil dan sederhana dari kegiatan kita & keluarga sehari-hari yang sebenarnya akan banyak membantu saudara-saudara kita yang mungkin lebih membutuhkan;

  • Membeli tanpa menawar (selama masih wajar) di pedagang-pedagang kecil keliling langganan kita (sayur mayur, buah-buahan..etc).
  • Dari pada di restoran mahal, anda dapat memilih Kaki 5 dilingkungan anda; atau Mie Goreng Tek-tek yang lewat setiap malam.
  • Berbelanja bulanan di Pasar Tradisional.
  • Ojek, bayarlah sedikit lebih mahal / tanpa minta kembalian.
  • Kenaikan gaji yang wajar untuk pembantu dirumah atau sesekali membelikannya sembako?
  • Sesekali membelikan makan malam / sembako untuk Pak Satpam yang menjaga portal cluster / komplek kita?
  • Dll… sehingga roda perekonomian saudara-saudara kita bisa berjalan dengan baik.

Mari kita yakinkan disekitar lingkungan kita tidak ada kasus kelaparan, Jika anda menemukannya, informasikan ke Ketua Lingkungan anda, milis, blog dll sehingga akan banyak yang membantu.

Jika setiap orang memulai hal ini dari lingkungan yang bisa ia kontrol secara langsung; sesuai dengan kemampuannya masing-masing; kami yakin, sedikit banyak kita secara kolektif, kita akan dapat membuat sebuah perubahan; setidaknya dilingkungan terdekat kita.

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

One Trackback

  1. By Jalinan Tali Kasih « Atap Senja on March 21, 2008 at 7:25 pm

    [...] Arul -Kang Herry -Gun2 -Danalingga -Kang Kombor -Pak Gempur -Pak Sawali -Siwi -Nazieb -Qzink -Daeng Limpo -Um Mble -Ridu -Almas -Mihael DB -Ikhsan -Adit -Rita Sharon -Titov -Anang -Pak Ersis -Kang Yari -Goenrock -Fausan Sigma -Ira -Dhodotes -Oktaendy -Itik kecil -Ade -Tika Banget -Suprie Harriansyah -Ojat -P4ndu -Restlessangel -Cakbud -Daniel -Fira -Charles -Yonky -Amril -Nexlaip -Oktasihotang -Fertob - Ina -CY -cHika -Moerz - Abeeayang -Blogie -Suara Rakyat -Kang Tutur - Celotehsaya -Annot -Daengbattala -Ochta -Serpong.org -Paman Goop [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*