Jika kita mengemudikan kendaraan dan melewati BSD Junction mengkin akan terasa “aneh” dengan pengaturan lalu lintas di jalan tersebut.
BSD Jucntion terletak ditengah-tengah jalan raya yang padat dan rata-rata kendaraan di jalan tersebut berkecepatan 40 – 60 km / Jam. Untuk dapat masuk ke Mall tersebut anda harus berada di jalur paling kanan dari ke-2 sisi jalan raya raya yang nota benenya harus memotong arus jika anda berada di sisi kiri jalan.
Bagi mereka yang sudah terbiasa di area tersebut mungkin sudah mulai terbiasa dan akan menyesuaikan jalur dari jarak yang aman, namun bagi mereka yang jarang atau baru sekali lewat area tersebut hal ini terkadang akan cukup membahayakan.
Terlepas dari kondisi tersebut diatas, kondisi lalu lintas di serpong dan Jakarta di saat musm hujan saat ini menuntut kita untuk dapat berkendara dengan lebih hati-hati. Defensive driving adalah salah satu tehnik mengemudi yang dapat anda pelajari di segala kondisi dan rute perjalan anda.
Defensive driving training biasanya di berikan kepada mereka yang bekerja secara intens menggunakan sarana kendaraan seperti perusahaan courier express yang menuntut kecepatan dan keamanan.ÂÂ
 Tips-tips dari defensive driving akan  sangat berguna bagi siapa saja yang mengemudikan kendaraan, apalagi merujuk pada perilaku pengguna jalan di Indonesia pada umumnya dan jarak dari rumah-kantor yang lumayan jauh.
Drive safe, let’s be a defensive driver…


Dear All,
Desain untuk masuk mobil ke BSD Junction adalah salah dimana kita menganut sistem jalan sebelah kiri sehingga sisi kanan sebelah untuk kendaraan lebih cepat. Posisi BSD junction baik dari arah Tangerang maupun Serpong adalah disisi kanan sehingga bila seseorang berkendaraan akan masuk BSD Junction harus melambatkan kendaraannya, demikian sebaliknya untuk kendaraan keluar hal ini berlawanan dengan sistem berkendara sebelah kiri.
Ditambah lagi dengan adanya beton pembatas jalan disisi keluar BSD Junction arah Tangerang dan petugas pengarah kendaraan keluar arah Serpong yang seenak melambatkan kendaraan dan memasang “Orange cone”, hal ini sangat berbahaya baik bagi pengemudi kendaraan, kendaraan keluar dan petugas tersebut.
Mungkin suatu saat bisa saja terjadi kendaraan menabrak beton pembatas jalan tersebut maupun tabrakan antara kendaraan yang melintas dengan yang keluar atau tertabraknya petugas tersebut.
Terlebih lagi Jalan Pahlawan Seribu lokasi BSD Junction tersebut sangat ramai dan merupakan jalan lintas propinsi ditambah lagi adanya kendaraan yang dari Jalan Sutopo.
Solusi terbaik adalah meniadakan pintu masuk maupun pintu keluar BSD Junction tersebut. Pengunjung Junction dapat memarkir kendaraannya di ITC BSD. Bila pengelola BSD Junction tetap menginginkan adanya lahan parkir maka bisa di buat underpass antara ITC BSD dengan BSD junction, sehingga semua kendaraan baik yang masuk dan keluar melalui ITC BSD dan underpass.
Salam.
Saya setuju sekali tuh, sistem arus masuk dan keluar kendaraan model begini sangat berbahaya. Kenapa Pemda Banten memberi izin pengelolahan mall dengan sistem arus masuk keluar kendaraan yang membahayakan nyawa si pengemudi maupun petugas mall. Saya juga setuju untuk kenyamanan jalan, dibuat saja underpass. Lantaran ketidaknyamanan ini juga mungkin yang mengakibatkan BSD Junction sekarang sangat sepi pengunjung, kehilangan banyak sekali tenant, dan kelihatannya sih gak punya prospek lagi untuk berkembang kalau tidak segera dibenahi ketidaknyamanan ini. Untuk Pemda, mohon lebih mempertimbangkan kepentingan kenyamanan pengguna jalan masyarakat luas dalam hal memberi izin suatu mall atau trade center.
It is dengerous for driving the car
juga bagi pengguna jalan