Beberapa saat yang lalu di sebuah surat pembaca media masa nasional memuat sebuah tulisan mengenai keluhan seorang warga Villa Melati Mas yang mengeluhkan susahnya lahan pemakaman di kawasan ini, pada saat itu kerabat yang harus dimakamkan “terpaksa” dikirim ke kampung halaman yang letaknya jauh dari Serpong.
Seorang warga yang juga aktif di masjid Lautze Gading serpong juga mengungkapkan bahwa kesulitan pemakaman juga dirasakan dikawasan tersebut, hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar komplek tampaknya menjadi alternative karena meskipun banyak terdapat pemakaman umum, tetapi pemakaman tersebut adalah tanah wakaf warga “asli” sehingga diperlukan pendekatan khusus jika warga Gading serpong ingin dimakamkan di area pemakaman tersebut.
Ketersediaan tempat pemakaman ini sepertinya memang sudah saatnya mulai diperhatikan pengembang-pengembang besar di kawasan Serpong, dan penduduk kawasan karena sebagian besar pada saat membeli properti dikawasan ini lupa menanyakan lahan untuk  ”rumah masa depan” mereka…
Banyak Iklan Tidak Bermutu Di Internet, Mohon Anda Untuk Berhati-Hati
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds






















BlogoSquare