Archive for January, 2007:
Merebaknya kembali korban flu burung mengingatkan kita akan Musibah kematian warga Villa Melati Mas dan Karawaci Tanggerang akibat flu burung pertengahan tahun 2005. Virus mematikan ini seolah kembali mendekat di sekitar kita.
Sebenarnya banyak artikel medis yang dapat anda jadikan rujukan dalam menghindari virus maut ini, namun penyebaran unggas terutama burung tentu saja sulit untuk kita kontrol.
Anda dapat lebih memahami dan mengetahui perkembangan Virus ini di Badan kesehatan dunia WHO yang menyediakan informasi terkini mengenai virus ini. Banyak perusahaan internasional telah menerapkan contingency plan jika ternyata suatu saat nanti terjadi pandemic. Pemerintah US bahkan telah mempersiapkan contegency plan jika terjadi pandemic.
Sudah seharusnya setiap orang waspada  akan bahaya virus ini dengan cara menambah pengetahuannya tentang penyebaran virus, menjaga kesehatan dan kebersihan dilingkungannya serta mewaspadai unggas.
Teringat pada saat melihat soal ujian seorang anak Sekolah Dasar yang terdapat pertanyaan sebagai berikut :
Bapak-Ibu, Kakak dan adik bercengkrama di :
A.Ruang Keluarga
B.Ruang Makan
C. Teras
D. Ruang Tidur
Jawaban yang diisi oleh anak itu adalah C dan salah karena menurut guru jawaban yang benar adalah A. Ruang Keluarga.
Ketika ditanya mengenai jawabannya, Si anak berkomentar ” aku biasanya bercengkrama dengan papa mama di teras rumah… ”
Meskipun belum sepopuler dinegara maju, Kondisi pendidikan dasar di Indonesia saat ini membuat sebagian orang tua di Indonesia memutuskan untuk mendidik anaknya diluar jalur sekolah formal, mereka memilih mendidiknya sendiri di rumah atau populer disebut ” Home Schooling”.
Disamping hal diatas, sekolah formal saat ini sepertinya telah menjadi sebuah ladang bisnis yang menggiurkan, uang masuk sekolah-sekolah favorite di kawasan Serpong dapat mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah !
Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (ASAH PENA) Indonesia didirikan sebagai jawaban atas kebutuhan program pendidikan yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan individual anak didik (tailor made) dengan memanfaatkan berbagai potensi dan sumber daya yang sudah ada dalam keluarga dan masyarakat.
Anak belajar di dalam ruang-ruang kelas yang jauh lebih besar, yakni rumah, lingkungan tetangga, dan seluruh dunia, sehingga kreativitas dan daya inovasi anak pun akan semakin berkembang. Asah pena ini diketuai oleh Kak Seto, seorang pemerhati anak yang sudah tidak asing lagi di Indonesia.
Tentu saja keputusan homeschooling ini harus dipersiapkan secara matang, Indonesian BEliever Homeschooling Community yang belokasi di Serpong atau sebuah artikel di CBN ini mungkin dapat anda jadikan titik awal mempelajari metoda pembelajaran alternative ini.
Lebih lanjut sebuah weblog yang sangat menarik dari Bapak Sumardiono  yang menceritakan kepada kita pengalamannya meng “HS” kan ke dua anaknya. Disana anda akan mendapat informasi menarik seputar Home schooling mulai dari cara memulai dan aspek hukumnya.
Truk pengangkut pasir yang banyak “berkeliaran” di kawasan Serpong sebagian besar menggunakan akses Jl. Raya Legok – Karawaci sebagai akses mereka menuju tol Jakarta – Merak. Hal ini menjadi kontributor terbesar kerusakan Jl. Raya Legok – Karawaci ini.
Seperti anda ketahui, intensitas truk pengangkut pasir tersebut telah membuat kondisi Jl. Raya Legok – Karawaci karawaci tersebut dalam kondisi yang sangat mengenaskan dan membahayakan para pengguna jalan.
Saat ini, kondisi perbaikan jalan tersebut sudah sekitar 98% selesai. Bagian yang belum selesai hanya sekitar 1,5 KM didekat Gudang Sosro / jalan pintas ke Gading Serpong.
Jika dulu dari karawaci – Legok anda akan membutuhkan waktu minimum 45 Menit, makan sekarang Jarak 10 KM tersebut dapat anda tempuh jauh lebih cepat.
Kondisi ini tentu saja membuat para pengguna jalan merasa senang dan warga perumahan disepanjang jalan tersebut merasa bersyukur.
Namun apakah kondisi jalan yang baik ini bisa bertahan ? kita lihat saja, karena keberadaan truk-truk pengangkut pasir berbadan besar telah menjadikan beban ruas jalan ini sangat berat.
Dikutip dari The Jakarta Post 10 January 2007:
Kabar gembira bagi anda pemegang SIM Tangerang kini tidak harus bersusah payah antri untuk memperpanjangnya. Kasatlantas Tangerang Sudarmanto menginformasikan bahwa kepolisian resort Tangerang telah meluncurkan SIM keliling untuk melayani masyarakan di Tangerang seperti halnya yang dimiliki oleh Polda Metro Jaya.
Sudarmanto mengatakan bahwa pelayanan SIM keliling ini baru bisa melayani perpanjangan SIM. JIka anda ingin membuat SIM maka anda harus datang ke Polres Tiga Raksa.
Bagi anda yang ingin memperpanjang SIM maka anda akan di kenakan biaya Rp.60.000 lebih murah dari biaya yang harus anda keluarkan jika mengurusnya di kantor polisi.
Dihari pertama beroperasi sudarmato menginformasikan sebanyak   50 orang pengendara motor memanfaatkan fasilitas SIM keliling ini. Pada hari selasa kemarin minibus SIM keliling ini terlihat berada di sekitar daerah industri di Jati uwung untuk melayani para pekerja di daerah tersebut.
“saya tidak lagi perlu lagi mengambil cuti hanya untuk memperpanjang SIM, hal ini telah menghemat waktu dan uang saya; sangat membantu…” seorang pekerja pabrik sepatu Sahbudin memberikan komentar setelah memperpanjang SIM nya.
Sayang dalam artikel di Jakarta Post ini tidak disebutkan nomor telp yang dapat dihubungi untuk mengetahui lokasi SIM keliling. Merujuk pada sambutan postive masyarakat Jakarta akan SIM keliling milik polda Metro Jaya, mudah-mudahan layanan ini akan mampu memberikan layanan kemudahan yang sama kepada masyarakat Tangerang dan sekitarnya.
Siapa sich yang nggak suka sama yang gratisan ?ÂÂ
ÂÂ
Prof. DR. Vincent Gaspersz seorang pakar Total Quality Management dan guru besar program pasca sarjana Universitas Trisakti memberikan akses gratis akan tulisan-tulisannya serta artikel lain tentang Quality management.
Bagianda yang tertarik dengan bidang business & management  Silahkan klik http://www.esnips.com/web/GratisDariVincentGaspersz ÂÂ
Kami yakin banyak artikel yang bermanfaat untuk anda.
Beberapa saat yang lalu di sebuah surat pembaca media masa nasional memuat sebuah tulisan mengenai keluhan seorang warga Villa Melati Mas yang mengeluhkan susahnya lahan pemakaman di kawasan ini, pada saat itu kerabat yang harus dimakamkan “terpaksa” dikirim ke kampung halaman yang letaknya jauh dari Serpong.
Seorang warga yang juga aktif di masjid Lautze Gading serpong juga mengungkapkan bahwa kesulitan pemakaman juga dirasakan dikawasan tersebut, hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar komplek tampaknya menjadi alternative karena meskipun banyak terdapat pemakaman umum, tetapi pemakaman tersebut adalah tanah wakaf warga “asli” sehingga diperlukan pendekatan khusus jika warga Gading serpong ingin dimakamkan di area pemakaman tersebut.
Ketersediaan tempat pemakaman ini sepertinya memang sudah saatnya mulai diperhatikan pengembang-pengembang besar di kawasan Serpong, dan penduduk kawasan karena sebagian besar pada saat membeli properti dikawasan ini lupa menanyakan lahan untuk  “rumah masa depan” mereka…
Berita yang berlebihan mengenai kondisi cuaca mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan di Anyer. Seorang manajer hotel ternama di Anyer menginformasikan meskipun agak berkurang namun pengunjung baru terus berdatangan.
Dilain pihak issue cuaca ini justru menjadi keuntungan tersendiri bagi anda yang “cuek”. Bahkan anda dapat diuntungkan dengan kondisi sepinya pengunjung tersebut : Harga penginapan yang murah !
Lokasi wisata yang hanya berjarak 1,5 jam dari pintu tol Serpong Tangerang ini  sekarang sedang kena badai Tsunami Duren ! konon dengan uang 10.000 rupiah anda sudah bisa mendapatkan duren yang berkualitas baik; untuk memilih duren ingat caranya : potong ujung tangkainya dengan pisau dan jilat, jika terasa manis berarti durennya juga manis.
Menurut sumber yang bisa dipercaya, jika ada waktu sebaiknya membeli duren langsung dari pedesaan di sekitar Karang Bolong,  harganya akan jauh lebih murah lagi. Atau jika anda tidak ingin repot di sepanjang jalan Anyer – Karang Bolong saat ini banyak sekali penduduk yang menjualnya.
Nah, bagi anda yang belum ada acara akhir minggu ini dan kebetulan penggemar duren, tunggu apalagi?
ÂÂ
Older Posts »