Beberapa surat kabar nasional maupun local memberitakan tentang recana pemekaran kabupaten Tangerang yang saat ini memiliki luas 111.038 hektar terbagi kedalam 26 kecamatan.
Dalam wacana tersebut kabupaten Tangerang akan menjadi 4 daerah otonomi yaitu : Kabupaten Tangerang sebagai induk, Kabupaten Pantura yang terdiri dari kawasan di utara Tangerang; Kota Serpong dengan pusatnya berada di kawasan BSD; dan Kota Ciputat.
Bahkan dalam peringatan HUT ke 63 Pemerintah Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang H Ismet Iskandar mengungkapkan bersama dengan Kota Tangerang suatu saat nanti kabupaten dan kota Tangerang (www.kotatangerang.go.id) dapat menjadi sebuah provinsi.
Disebuah harian Ibu Kota disebutkan saat ini DPRD kabupaten Tangerang di penghujung tahun 2006 masih merumuskan aspirasi pembentukan Kota Serpong & Kota Ciputat. Hasil perumusan tersebut nantinya akan menjadi rekomendasi DPRD kepada pemerintah pusat dan DPR RI agar merestui pembentukan ke 2 kota tersebut.  ÂÂ


Tangerang sedang dihadapkan dilematika yang besar.
pemekaran atau pembentukan provinsi Tangerang merupakan proses pembangunan secara evolusi. selama tangerang masih dalam subtansi Provinsi Banten kemajuan serta pertumbuhan dalam sektor perekonomian dan infra struktur masih dalam fenomena ironis.
Potensi yang dimiliki tangerang khususnya kabupaten sangat besar. Selama ini sumbangan PAD ke Provinsi Banten dari sektor pajak kendaraan bermotor di atas Rp 500 miliar namun yang dikembalikan sebesar 10 miliar. hal ini lah yang dapat menjadikan pengkajian serta pertimbangan untuk Tangerang.
banyak proyek – proyek yang dibangun di Tangerang yang tanpa adanya kordinasi sebelumnya dengan Pemda Tangerang dan proyek tersebut sudah banyak yang dijalankan. penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan masih sering ditemukan.
lepas dari semua itu, jika dalam pengelolaan serta transparansi dapat dijalankan dengan benar dan optimalisasi fungsional peran pemerintah, adapun akan dibuatkannya provinsi tangerang atau tangerang masih dalam subtansi Banten maka masyarakat di tangerang pada khususnya akan nyaman dan sejahtera.
Temmy Setiawan
(ketua BEM Univ. Pramita Indonesia)
Fly over ciputat sudah dibuka untuk dilalui, namun ternyata pembangunan fly over tersebut tidak membawa manfaat yang banyak, karena ternyata masih banyak angkot yang nge-tem diujung jalan masuk fly over. terutama yang masuk di depan ramayana.
Sebelum dibangun proyek tersebut seluruh masyarakat ciputat pamulang dan sekitarnya sangat mendukung pembangunan tersebut, karena masyarakat berharap kondisi transportasi di daerah ciputat tidak lagi menjadi momok bagi seluruh warganya. Namun kenyataannya berbeda, sehingga menimbulkan pemikiran yang negatif lagi bagi masyarakatnya terhadap pejabat pemkot tangerang yang sengaja menciptakan kemacetan didaerah pasar ciputat.
Sebenarnya bila sungguh2 ingin membangun dan melancarkan transportasi di pasar ciputat tidak terlalu sulit, apalagi pemerintah sudah meng investasikan sangat besar APBD nya kepembangunan proyek tersebut, jadi kalau ingin lancar bergeraknya jangan tanggung2. Ini dibutuhkan kedisiplinan aparat pemda dan kepolisian untuk menindak tegas bajingan2 jalanan yang merugikan semua pihak pengguna jalan.
Untuk Pak Ismet dan Bang Rano mana jiwa kepemimpinan dan ketegasan anda ? tunjukanlah ! sekaranglah waktunya anda menunjukan jiwa AMANAH anda sebagai pemimpin.
Jangan sampai daerah yang berada dibawah kekuasaan anda, terutama pasar Ciputat mendapat julukan “DAERAH KUTUKAN DEWA”
karena kemacetannya tidak pernah dapat teratasi dari masa ke masa. TERIMA KASIH
Gue setuju tangerang jadi provinsi, kalau bisa malah jadi kerajaan. Biar hukum bisa diterapkan dengan adil, masyarakat sejahtera gemah ripah repeh rapih adil makmur damai sentosa sesuai UUD45 yang masih original. Jangan kayak sekarang makan harus beli, minum harus beli, rumah harus beli. Yang salh dibebaskan yang bener dipenjara.
Aneh…Lagian ditangerang ada satu daerah khusus raja-raja (Belaraja)
Tangerang Raya
Saya fikir pada waktunya saja yg menentukan Insyaallah akan terwujut apa yang kita maksud Propinsi “Tangerang Raya” disebabkan oleh Kondisi dan kebutuhan,kita tidak usah berburuk sangka kalau toch iya apa yang yang terjadi pd propinsi banten sekarang yang kondisinya memang tidak berpihak kepada kepnetingan rakyatnya biarkan saja mereka, nanti suatu saat akan mempertanggungjawakan perbuatan mereka dihadapan Alllah Swt.Tangerang milik kita punya saya, punya anda dan mari kita jaga budaya Tangerang. selamat berjuang……..