�Jika ingin pindahan lebih baik malam hari saja pak� saran Pak RT pada saat saya melaporkan kepindahan saya ke Serpong kira-kira setahun yang lalu. �Kenapa?� tanya saya tidak mengerti. Kemudian Pak RT menjelaskan keberadaan kuli angkut yang mungkin semua penghuni kawasan telah �merasakan� keberadaanya.

Hal ini diperkuat dengan adanya pengeluaran rutin setiap bulan di kantor tempat saya bekerja yang berada di kawasan Karawaci untuk �Pak Jaro�; yang menurut saya tidak masuk akal. Namun setelah dijelaskan rekan kerja, saya menjadi sadar bahwa keberadaan kuli angkut yang sudah mendarah daging di kawasan ini.

Bahkan, seorang warga yang menginformasikan, biaya kuli angkut bisa mencapai 10-20 % total biaya pembangunan rumah di suatu kawasan di Serpong.

Beberapa surat pembaca di surat kabar nasional yang dimuat dalam kurun waktu yang berbeda dan di tulis oleh beberpa penghuni kawasan yang berbeda di sekitar serpong hampir menyimpulkan bahwa aparat sepertinya tidak mampu untuk menghentikannya.

Pindahan diwaktu malam hari mungkin sebuah solusi untuk menghindari kuli angkut di kawasan perumahan dimana saya tinggal, namun cara ini tidak akan berhasil di kawasan perumahan lain.

So, suka tidak suka, mau tidak mau peghuni kawasan Sepong ini memang harus mensiasati keberadaan kuli angkut ini. Bagaimana dengan anda? Pengalaman anda mungkin akan berguna bagi kita sesama penghuni kawasan.